“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
(Roma 12:1)
Apakah kita mempunyai pengertian kehidupan yang berbeda. Bahwa pada hari Minggu pergi beribadah ke gereja agar rohani kita tampak terlihat baik dan pada hari lain rohani kita mengikuti keadaan sekitar. Kerohanian kita tidak berbeda dengan orang duniawi, seolah tidak mengenal Allah. Sekarang mari kita cermati konsep peilaku dalam ibadah yang benar dalam kehidupan.
Ibadah adalah perbuatan atau prilaku didalam kehidupan orang percaya untuk menyatakan pengabdian kepada Tuhan berdasarkan ketaatan mengikuti dan mengerjakan Firman Tuhan serta melakukan segala perintah-Nya. Dengan demikian kita juga menjauhi larangan-Nya. Ibadah juga dinyatakan dengan perbuatan untuk menyembah, berdoa, memuji, melayani, bersyukur, memuliakan, memberi persembahan, memberitakan dan mendengarkan Firman Tuhan. Serangkaian perbuatan diatas dapat dilakukan dalam satu waktu tertentu dalam persekutuan bersama sesama pada satu tempat yang kita sebut gereja. Pengertian itu benar tetapi pemahaman lebih luas bukan pada satu saat waktu dan tempat tetapi adalah kehidupan kita setiap harinya mengabdi kepada- Nya. Jadi Ibadah itu bukanlah sekadar kegiatan rohani yang biasa kita lakukan di gereja pada hari Minggu atau pada saat persekutuan. Tuhan berikan dan percayakan kepada kita diingatkan tentang pentingnya arti ibadah. Ibadah yang dilakukan hanya kewajiban, tanpa kesungguhan hati dan takut akan Tuhan seaaat, tidak akan menghasilkan kuasa, suka cita dan damai sejahtera. Karena itu pada kitab Pengkhotbah 4:17 dikatakan : “Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat”. Didalam hidup kita yang mengalami pergumulan untuk
berjaga menjauhi kejahatan, terlebih dahulu sebelum melangkah ke tempat ibadah. Tujuan kita datang beribadah ke rumah Tuhan adalah untuk bersekutu merasakan hadirat-Nya, serta untuk mendengar pengajaran Firman Tuhan. Tuhan melihat hati manusia, dengan hati yang murni yang menyerahkan diri hanya pada Tuhan yang akan menerima berkat dan keadilan-Nya.
Ibadah yang berkenan kepada Tuhan kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup yang kudus kepada Allah dan pasti mendatangkan berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati Amin.
(MS09072022)
Pokok Doa:
- Persatuan wilayah NKRI supaya pihak-pihak yang ingin melepaskan diri dari NKRI tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan;
- Perusahaan-perusahaan yang sudah berpartisipasi dalam memberikan mata pencaharian untuk banyak orang supaya diberkati sehingga usahanya dapat terus bertahan dan semakin berkembang;
- TNI yang menjaga wilayah perbatasan negara (dari Aceh s/d. Papua) supaya mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan selalu dilindungi oleh Tuhan;
- Perhatian pemerintah pada aparat TNI & Polisi dan aparat penegak hukum, terutama di wilayah konflik supaya mereka tetap setia dengan tugas negara demi keutuhan NKRI;
- Hikmat bagi Tim Panitia New Normal GBIK dalam mengkoordinir ibadah pada masa peningkatan kasus covid-19.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Jemaat yang undur mengalami jamahan Tuhan dan kembali giat;
- Jemaat yang sedang cari pekerjaan dan yang bekerja serta putra putri jemaat yang akan studi lanjut;
- Semakin banyak jemaat terlibat dalam pelayanan dengan setia dan berkomitmen;
- Mengucapsyukur keikutsertaan dalam Raker PI 4-8 Juli 2022, Tuhan memberkati setiap perjalanan dan tindak lanjut hasil pertemuan.
