“Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.”
(Kel. 18:19)
Gereja yang injili adalah gereja yang peduli terhadap orang-orang yang belum mengenal Tuhan, yang memerlukan uluran tangan kasih kita (gereja). Mengapa? Karena gereja pada umumnya, dan Gereja Baptis Indonesia Kebayoran (GBIK) pada khusunya juga memiliki fungsi sosial untuk pemberitaan Injil Tuhan (Baca AD & ART GBIK Bab III Pasal 7 & 8 !). Dan inipun pernah kita lakukan ketika ada bakti sosial, pemeriksaan gratis, serta penginjilan di beberapa daerah cabang GBIK dimana banyak orang yang datang berbondong-bondong untuk mendapatkan pelayanan itu. Bisa dibayangkan betapa rumitnya jika pekerjaan itu hanya dilakukan oleh seorang diri tanpa pendelegasian dan kerjasama yang baik.
Mari kita membaca Keluaran 18:13-27 untuk kita dapat melihat betapa pentingnya pendelegasian dan kerjasama yang baik untuk sebuah visi. Disini kita bisa membayangkan bila kita harus duduk sepanjang hari untuk memecahkan persoalan bangsa seorang diri. Atau berdiri sepanjang hari menunggu giliran untuk dilayani oleh satu-satunya hakim. Tentu itu sangat melelahkan. Begitulah yang terjadi pada Musa dan bangsa Israel pada waktu itu. Mengapa bisa demikian?
Ada dua hal yang menjadi penyebab. Pertama, ternyata orang-orang Israel pada masa itu belum atau kurang mengerti firman Tuhan. Hal ini wajar karena Taurat belum ditulis pada waktu itu. Karena itu Musalah yang mengajarkan kepada mereka segala ketetapan dan perintah yang dia terima langsung dari Allah. Kedua, Musa adalah satu-satunya hakim bagi bangsa Israel, sehingga setiap persoalan diantara mereka harus diselesaikan oleh Musa. Musa memang seorang pemimpin hebat, dimana ia mampu mengurus bangsa secara keseluruhan sekaligus memperhatikan masalah perseorangan juga. Hal ini menunjukkan kasih dan perhatian seorang pemimpin kepada setiap pribadi yang ia pimpin. Namun disini Musa harus belajar mengenali batas-batas kapasitas dirinya.
Atas petunjuk Yitro, Musa mendelegasikan tugas pelayanannya kepada orang lain. Ada bagian yang tetap ia pegang sesuai kapasitasnya sebagai pemimpin utama, yang lain ia delegasikan kepada mereka yang memenuhi kriteria tertentu. Orang-orang tersebut perlu dilengkapi dengan kebenaran firman Tuhan (ay. 20) serta memiliki kualitas karakter yang sepadan dengan tugas kepemimpinan itu (ay. 21). Kualitas itu antara lain: cakap atau terampil melayani, takut akan Tuhan, dapat dipercaya dan diandalkan, serta memiliki intregitas tinggi.
Seperti Tuhan mempercayakan tugas pelayanan dan memperlakukan kita sebagai partner-Nya, mari kita menggalang kemitraan dengan sesama anak Tuhan. Mereka yang memerlukan bimbingan, perlu kita dampingi dan beri kepercayaan. Mereka yang sudah mampu, perlu kita utus dan beri tanggung jawab. Mereka yang di beri tanggung jawab harus siap di tegur oleh pimpinannya. Mari bahu membahu melayani Tuhan kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
(AP16062022)
Pokok Doa:
- Doakan persiapan Sekolah Injil Liburan 2022;
- Doakan untuk Tim Panitia PI yang akan pelayanan ke Halmahera tgl 17-22 Juni 2022;
- Doakan kesehatan masyarakat Indonesia di masa setelah kebijakan PPKM 1.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Jemaat yang sedang mengandung (Ibu Sari dan Ibu Florentina);
- Jemaat yang sedang bekerja di luar Sekadau (Bpk. Evan sekeluarga);
- Jemaat yang sedang berkuliah ada: Sdr. Oktavinaus Gisa, Sdr. Abraham, Sdr. David, Sdri.Lia, dan Sdri. Enjely;
- Jemaat yang akan melanjutkan kuliah tahun ini: Sdr. Daniella.
