“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jikalau kamu berbuah dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
(Yoh. 15: 8)
Ada banyak orang yang menjalani hidupnya asal saja, artinya mereka hidup tidak memiliki arah yang jelas secara rohani. Bagi mereka yang penting bisa bekerja mendapatkan penghasilan yang cukup untuk kehidupan keluarganya, cukuplah hidup ini. Bahkan jika penghasilan sudah memadai, mereka cenderung hidup hedonis dengan tidak pernah memikirkan ada orang lain di sekitarnya yang memerlukan uluran tangannya mereka untuk berbagi.
Visi Allah menyelamatkan kita orang percaya, bukan sekedar menyelamatkan pribadi kita. Allah menyelamatkan kita supaya melalui kita orang percaya, semakin banyak orang yang diselamatkan-Nya. Hal inilah yang harus kita sadari. Jika tidak, kita bisa terjebak dalam kehidupan seperti orang banyak pada umumnya tersebut di atas. Kesadaran akan visi Allah dalam hidup kita tersebut seharusnya akan mendorong kita untuk menjadi orang percaya yang “berbuah.”
Apa yang dimaksud dengan orang percaya yang berbuah? Yang dimaksud dengan berbuah di sini bukanlah kita bertani, menanam buah-buahan lalu membagi-bagikan hasil pertanian tersebut kepada orang banyak. Berbuah di sini berarti menghasilkan suatu sikap, perilaku, tutur kata dan tindakan nyata dalam memuliakan nama Allah. Dalam hal ini integritas akan teruji, apakah kita dapat menyelaraskan hidup kita dengan visi Allah yang ditanamkan dalam hidup kita.
Satu yang tidak boleh dilupakan dalam hal hidup berbuah ini adalah meneladani apa yang Tuhan Yesus lakukan selama kehidupan-Nya di dunia nyata ini. Sepanjang hidupnya Ia selalu dan selalu memikirkan dan melakukan sesuatu untuk orang lain. “Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Mat. 8: 20). Ayat tersebut menunjukkan totalitas Tuhan Yesus dalam mengasihi orang banyak yang menjadi “target” pelayanan-Nya.
Di sekitar kita banyak orang yang hidupnya memerlukan uluran kasih kita, baik mereka yang memerlukan uluran kasih materi maupun uluran kasih untuk menyelamatkan kehidupan rohani mereka. Apakah mata rohani kita melihat kesempatan yang nyata di depan mata itu? Kehidupan rohani mereka seperti kehidupan rohani kita sebelum Tuhan selamatkan. Apakah visi Allah ada dalam hidup kita untuk menyelamatkan mereka? Menjangkau mereka adalah wujud hidup yang berbuah dalam visi Allah. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14062022)
Pokok Doa:
- Berdoa untuk para wanita Baptis Indonesia selalu menjaga hubungan persekutuan dengan Tuhan Yesus dan keluarga;
- Berdoa bagi pelaksanaan Persekruuan WBI dan PBI , hari ini;
- Berdoa untuk persiapan Rapat kerja Panitia PI dan para gembala sidang cabang.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Komitmen jemaat dalam pengumpulan persembahan dan janji iman setiap bulannya;
- Keluarga Bu Yuliyanti/Ling yang undur dari persekutuan supaya kembali aktif beribadah;
- Jemaat yang sedang sakit: Bu Kasian;
- Jemaat yang sedang mencari pasangan hidup: Sdr. Antonius.
