“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
(Kolose 3:13)
Mengampuni ada pada setiap hati manusia, baik yang belum mengenal Allah maupun yang sudah mengenal Allah. Manusia yang baik bisa saja mengampuni. Manusia mengampuni melihat siapa orang itu dan apakah orang itu baik terhadap dirinya. Ini adalah pandangan dunia yang mempunyai prinsip kebaikan dibalas dengan kebaikan, Mengampuni bisa saja sangat sulit dilakukan apalagi kesalahan yang sudah dibuat orang lain sangat melukai hati seseorang yang mejadi kepahitan. Bagaimana pandangan Alkitab pada masalah ini. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menyingkirkan segala kepahitan dan amarah dengan mengampuni seperti Allah sudah mengampuni kita. Efesus 4:31-32 : Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Sebagai orang percaya tidak saja mentaati sejumlah larangan, bahkan mengembangkan prilaku yang positip. Firman Tuhan mengajarkan keramahan, kasih mesra dan pengampunan harus ada dalam kehidupan. Satu cara membuat kita dapat mengampuni adalah melalui pengampunan yang sudah kita terima dari Allah melalui Yesus Kristus. Kesalahan kita sebesar apapun dengan kita bertobat dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan juru selamat maka ada pengampunan.
Melalui pengampunan, Yesus memberi kelepasan dari dosa kepada setiap manusia. Manusia yang dahulu mati oleh pelanggaran, telah dihidupkan oleh Allah bersama sama dengan Dia. Mengampuni adalah ajaran kasih dari Tuhan Yesus, mengajarkan kepada kita untuk mengulurkan belas kasihan, bahkan kepada mereka yang sudah bersalah. Ini adalah sikap hati yang benar. Kita mengikuti, mempraktekan kasih seperti Yesus dengan setia. Perkara ini sulit atau mudah adalah bagaimana orang percaya yang hidup dengan sungguh sungguh bersandar dalam Yesus. Kita diajarkan untuk menjauhi sifat menyimpan kesalahan orang lain dan mendendam. Secara kejiwaan, dapat membantu kita untuk meningkatkan pengendalian diri dan memberi rasa kekuatan diri sendiri serta kebahagiaan untuk orang lain. Taatilah nasihat Kitab Suci, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolose 3:13).
Salah satu tanda orang percaya dalam Yesus diampuni adalah bahwa mereka mengampuni orang lain. Saling mengampuni sama sebagai anugerah.
Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
(MS07052022)
Pokok Doa:
- Pelaksanaan arus balik mudik lebaran dapat berjalan denga naman, lancar dan dijauhkan dari kecelakaan lalu-lintas;
- Jemaat GBIK yang berlibur atau melakukan perjalanan dipelihara dan disertai Tuhan;
- Raker PI yang dikoordinir Bpk. Daniel Tarapa tanggal 4-8 Juli di STBI semarang dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi cabang/TPW/BPW GBIK.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Rejeki Tambunan dan keluarga;
- Mengucapsyukur atas pelaksanaan ibadah Paskah dan perayaan Ulang tahun Gereja ke-7 serta janji iman jemaat;
- Rencana Doa Semalaman pada tanggal 15-16 Mei, mengikuti kegiatan Induk GBIK, dengan panitia KMBI.
