“Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian, Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.”
(Yoh. 13: 26,30)
Kalau kita membaca perikop Yoh. 13: 21-30, terlihat nyata dari peristiwa bagaimana Tuhan Yesus dengan gamblang menyatakan bahwa Yudas adalah salah seorang dai 12 murid pilihan-Nya yang akan menyerahkan diri-Nya untuk disiksa dan dianiaya. Sesaat sebelum memberi tanda, para murid pasti saling memandang, mungkin bertanya dalam hati, siapa dia itu?. Tuhan Yesus jelas mengatakan orang yang diberi roti setelah dicelupkan, itulah dia yang akan menyerahkan-Nya.
Ada banyak sekali tanggapan orang minor terhadap Yudas Iskariot, tetapi tidak sedikit yang angkat topi kepadanya. Apa alasan mereka yang mengangkat topi untuk Yudas? Mereka berpikir secara logis dengan menghubungkan dengan misi kedatangan Tuhan. Mereka mengatakan bahwa kita harus berterima kasih kepada Yudas oleh karena, dengan pengkhianatannya Tuhan Yesus masuk dalam jalur pelaksanaan tugas dan tanggung jawab-Nya. Artinya dengan pengkhianatan Yudas, maka karya penyelamatan Tuhan Yesus melalui mati-Nya di kayu salib terwujud sesuai misi kedatangan-Nya ke dalam dunia.
Waduh ……, pandangan ini berbahaya, karena akan menyebabkan orang melakukan perbuatan tidak benar dengan alasan melaksanakan apa yang menjadi perintah Tuhan. Dalam bahasa orang yang mengerti hukum, kita tidak boleh menegakkan hukum dengan melanggar hukum. Pembenaran-pembenaran seperti ini perlu kita waspadai, jangan sampai menyusup dalam pengenalan kita akan firman-Nya. Inilah perkataan Tuhan Yesus tentang Yudas, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Mat. 26:24).
Kita tidak boleh membenarkan perbuatan jahat kita, dengan dalih untuk memenuhi rencana dan kehendak Tuhan, karena Tuhan punya cara tersendiri untuk melaksanakan rencana-Nya, yang terkadang sangat jauh berbeda dengan cara kita. Dia adalah Allah yang Mahakuasa dapat melakukan perkara-perkara besar di luar jangkauan nalar kita. Percayalah apa yang difirmankan-Nya pasti terjadi, dengan atau tidak dengan keterlibatan kita. Kita selayaknya melibatkan diri dalam rencana Tuhan dengan cara-cara sesuai dengan yang difirmankan-Nya. Jangan menjauh dari-Nya, Karena di saat menjauh dari-Nya, bahaya mengancam kita, seperti Yudas ketika meninggalkan Tuhan Yesus, Iblis menangkapnya dan melakukan hal yang sangat memalukan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI11042022)
Pokok Doa:
- Doakan murid-murid SD kelas 6 yang menjalani ujian , diberikan hikmat dalam belajar dan jujur mengerjakan setiap ujian;
- Doakan para anggota jemaat terus mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap langkah hidup;
- Doakan para pengurus WBI , PBI , KMBI serta SM diberikan hikmat Tuhan melayani sepanjang Bulan April 2022.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Bengkulu
- Doakan pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Fredy Sipayung dan keluarga;
- Doakan pelaksanaan Kelas Persiapan Baptisan dan Konseling Persiapan Pernikahan;
- Doakan Rencana Baptisan dan Pemberkatan Pernikahan Jemaat.
