“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”
(1 Petrus 2:1,2,5)
Sebagai orang tua, kita sering menasihati anak-anak atau cucu-cucu kita supaya mereka terus bertumbuh. Tujuan kita mengatakan kata-kata itu kepada mereka ialah agar anak-anak atau cucu-cucu kita bisa menunjukkan pertumbuhan baik secara fisik maupun secara akal budi dan pengetahuan. Kita sebagai orang tua menginginkan mereka bertumbuh tahun demi tahun sehingga lambat laun mereka bisa menjadi orang dewasa.
Bapa kita di sorga juga menginginkan setiap anak-Nya bertumbuh dan menunjukkan tanda-tanda kedewasan rohani. Hal itu dapat kita baca dalam berbagai ayat dalam Alkitab kita. Demikianlah ketika Anda membaca 2 Petrus 2:1-6 sebagai ayat renungan SRHI hari ini, Rasul Petrus menasihati orang-orang Kristen yang tersebar di Asia Kecil yang berada dalam kekaisaran Romawi, untuk terus bertumbuh dan menyatakan tanda-tanda kedewasaan rohani sebagai pengikut Kristus.
Mari perhatikan 1 Petrus 2:1-6. Rasul Petrus memulai pasal ini dengan frase: “karena itu”. Frase ini menyatakan bahwa Petrus telah mengatakan sesuatu sebelumnya, yaitu dalam 1 Petrus pasal 1. Dalam pasal tersebut Rasul Petrus memuji Allah dalam Kristus Yesus yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu (1 Petrus 1:3,4). Rasul Petrus juga meminta agar pengikut Kristus mempersiapkan akal budi mereka. Mereka mesti terus waspada dan meletakkan pengharapan mereka seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada mereka waktu penyataan Yesus Kristus. Mereka juga diminta agar hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu yang menguasai mereka pada waktu mereka belum mengenal Kristus. Selanjutnya Rasul Petrus menyatakan hendaknya mereka menjadi kudus di dalam seluruh kehidupan mereka sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil mereka, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1 Petrus 1:13-15). Kemudian dalam ayat 22 dan 23 Petrus menegaskan: “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal”.
Mengapa Rasul Petrus menasihati pengikut-pengikut Kristus sedemikian tegas dan terus terang? Rasul Petrus menyatakan semua hal itu karena dia ingin agar setiap Pengikut Kristus dapat mempersembahkan hidup mereka sebagai persembahan yang berkenan kepada Allah di dalam Kristus Yesus.: “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah” (1 Petrus 2:5).
Jadi ketika Rasul Petrus berkata: “Persembahan rohani yang berkenan kepada Allah”, tubuh kita yang tidak sempurna ini dapat kita persembahkan sebagai persembahan yang telah dikuduskan oleh pengorbanan tubuh dan darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah. Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa yang dibicarakan di sini bukanlah bentuk dan penampilan tubuh fisik kita melainkan perilaku kita sebagai orang yang telah ditebus dan dikuduskan oleh kasih karunia Tuhan Yesus. Apa yang Anda kerjakan dengan tangan Anda, atau apa yang telah Anda lakukan dengan kaki Anda? Apa juga yang telah Anda perbuat dengan mulut dan bibir, telinga, mata, dan organ-organ tubuh Anda lainnya? Sudahkah Anda menggunakannya untuk memuliakan nama Tuhan? Tuhan menghendaki adanya hal yang indah, yaitu belas kasihan dan pengampunan terpancar dari hidup setiap pengikut Kristus. Anda memiliki tubuh yang sudah dikuduskan oleh Kristus, yang dapat memancarkan kemuliaan Kristus dalam dunia ini.
Mari terus bertumbuh di dalam Kristus agar Anda dapat menghasilkan buah yang dapat dipersembahkan sebagai persembahan yang berkenan kepada Allah.
(JET18032022)
Pokok Doa:
- Doakan Ibadah Doa Fajar esok hari dan juga para pelayan Tuhan yang bertugas semoga menjadi berkat untuk jemaat yang hadir;
- Doakan para pemimpin NKRI MPR, DPR, Presiden beserta Wakilnya dan para Menteri agar dapat menjalankan tugas dengan baik terlebih untuk kesejahteraan rakyat Indonesia;
- Doakan GBIK dalam program Penginjilan dalam situasi dan kondisi pandemi bisa berjalan lancar banyak jiwa – jiwa baru yang dimenangkan dan diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat:
- Doakan pelaksanaan program kegiatan yang belum terlaksana di tahun lalu karena COVID;
- Doakan pengurusan sertifkat tanah gereja di Dinas Pertanahan berjalan lancar.

Amien