“Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
(Markus 9:22-24)
Dalam Injil Matius 17:14-21, Lukas 9:37-44 dan Markus 9:14-29 kita membaca bahwa, Tuhan Yesus membawa tiga orang murid-Nya yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di atas gunung itu ketiga murid tersebut melihat kemuliaan Tuhan Yesus, mereka juga mendengar suara yang berseru: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Matius 17:5). Setelah peristiwa itu, Tuhan Yesus dengan ketiga murid-Nya turun dari gunung dan mereka menemukan ada banyak orang termasuk beberapa ahli Taurat yang sedang berkerumuan mengelilingi murid-murid Yesus.
Ketika Yesus bertanya kepada mereka apa yang sedang mereka persoalkan, seorang dari orang banyak itu datang kepada Yesus dan berkata: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat (9:17,18).”
Yesus meminta agar orang itu membawa anaknya kepada-Nya. Yesus berkata kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Lalu ketika ayah itu membawa anaknya kepada Yesus, Yesus mengusir roh yang ada dalam anak itu sehingga anak itu sembuh.
Ketika Tuhan Yesus tinggal bersama-sama dengan murid-murid-Nya, mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, mengapa mereka tidak bisa mengusir roh yang ada dalam anak itu dan menyembuhkan anak itu. Tuhan Yesus berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”(Matius 17:20-21).
Ada catatan yang sangat penting dalam peristiwa Tuhan Yesus menyembuhkan anak yang dirasuk roh ini, yaitu pentingnya percaya atau iman. Tuhan Yesus sangat kecewa atas ketidak percayaan murid-murid-Nya. Tuhan Yesus menegur mereka dan berkata : “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? (Matius 17:1). Demikian pula ketika ayah anak itu mohon kepada Tuhan Yesus dan berkata: “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Tuhan Yesus menegur ayah anak yang kerasukan roh itu.
Kunci dari keberhasilan mengusir roh jahat dan kemudian bisa menyembuhkan anak itu ialah bahwa ayah tersebut percaya akan kuasa Yesus. Kuasa Yesus mampu menyembuhkan anaknya. Murid-murid tidak punya kuasa untuk mengusir roh dan menyembuhkan anak itu karena mereka tidak percaya atau tidak punya iman. Mengapa kita harus percaya dan beriman kepada kuasa Tuhan Yesus?
Kita harus percaya kepada kuasa Tuhan Yesus atau memiliki iman sebab tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Rasul Paulus menulis dalam Galatia 3:11: “Orang yang benar akan hidup oleh Iman. Demikian juga dalam 2 Korintus 5:7 Paulus menulis: “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat”. Bahkan Tuhan Yesus menyatakan betapa besarnya kekuatan iman itu ketika Yesus bersabda: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu”. Kita harus berjalan dengan iman bukan karena melihat.
Dalam peristiwa seorang perwira yang memohon kepada Tuhan Yesus agar Dia menyembuhkan anak hambanya, tertulis: “Tuhan Yesus bersabda: “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel” (Matius 8:10).
Jika Tuhan Yesus menilai hidup Anda, apakah Yesus akan menemukan iman dalam hidup Anda? Bawalah segala persoalan Anda kepada Yesus. Percayalah, yakinlah, berimanlah bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menolong Anda.
(JET04032022)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia dalam hal Ini Mentri Luar Negeri dapat menjalankan tugas dengan baik mengevakuasi warga Indonesia dari Ukraina dengan selamat di tengah tengah peperangan antara Rusia dengan Ukraina;
- Doakan GBIK dalam menjalankan misi dan visinya trus mengandalkan hikmat dari Tuhan sehingga GBIK diberkati dan menjadi berkat untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap takut akan Tuhan menyikapi kehidupan hari lepas hari saat pandemi melalui keluarganya agar ada sukacita damai sejahtera dapat melaksanakan tanggung jawabnya di mana Tuhan tempatkan.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara:
- Doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdt. Lammartua Simamora dan keluarga, serta pemulihan kesehatan Pdt dari asam urat;
- Mengucap syukur anak-anak dan KMBI sudah terlibat melayani Tuhan di gereja dalam ibadah jam doa dan 3 orang anak yang memberi hati dalam pelayanan dibidang musik;
- Mengucap syukur atas janji iman jemaat yang sudah terkumpul sebesar Rp. 15.700.000 untuk pembelian lahan samping gereja;
- Doakan Kelas Persiapan Baptisan yang sudah berjalan untuk 4 calon anggota.
