“Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: “Punahkanlah.””
(Ul. 33: 26-27)
Pelindung adalah pribadi atau sesuatu alat yang bertugas melindungi pihak yang yang dilindunginya. Secara gamblang bisa dikatakan bahwa pelindung itu adalah sesuatu yang pasti diyakininya memiliki kemampuan lebih atau dapat berfungsi dengan baik, sehingga pihak yang dilindungi merasa terlindungi. Bersama dengan pelindung mereka merasa aman dan tenang.
“Allah Pelindunku” itu merupakan pernyatan yang merupakan pengakuan sekaligus keyakinan bahwa Allah menjadi pribadi yang menjadi pelindungnya. Kalimat dalam ayat nats hari ini merupakan “berkat Musa” bagi kaum keluarga Israel sebelum ia meninggal (Ul. 33: 1-24). Di akhir “berkatnya” Musa menyatakan bahwa Allah adalah perlindungan Israel. Nama Yesyurun yang tertulis dalam ayat tersebut menunjuk kepada pribadi Yakub/Israel atau kaum keturunan Yakub/Israel (Ul. 32: 15; Yes. 44: 2).
Dalam dua ayat nats tersebut dinyatakan bahwa sebagai Pelindung, Allah menunjukkan keperkasaan-Nya dengan :
- Berkendaraan melintasi awan-awan. Hal ini jelas merupakan “pertunjukan yang di luar nalar manusia”. Ini untuk menunjukkan betapa gagah dan perkasanya Allah Sang Pelindung itu, Ia dapat melakukan perkara-perkara besar yang menjadi jaminan bahwa Ia mampu melindungi umat manusia.
- Mengusir musuh dari depanmu. Apa yang dilakukan ini bukan sekedar pemberian harapan, tetapi Musa dan bangsa Israel telah merasakan sendiri bagaimana Ia menolong Israel selama perjalanan dari Mesir menuju tanah Kanaan. Hal ini disampaikan Musa karena walau tidak dapat menyertai masuk Tanah Perjanjian itu, ia menyadari akan banyak musuh yang menghadang Israel saat memasuki Kanaan.
Pengalaman Musa bersama Allah yang kemudian “diwasiatkan” kepada bangsa Israel sebelum memasuki Tanah Perjanjian, merupakan suat pembelajaran bagi kita pada masa sekarang. Kalau kita meyakini Allah itu dahulu, sekarang dan selama-lamanya sama, tidak berubah, maka Allah kita adalah Allah yang dengan keperkasaan-Nya mampu melindungi kita dari berbagai “musuh” dalam bentuk apapun. Percayalah dalam perlindungan-Nya kita aman. Mazmur 4: 9 menyatakan: “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN yang membiarkan aku diam dengan aman.” Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14022022)
Pokok Doa:
- Doakan bagi yang terpapar covid dan variannya untuk dapat disembuhkan dan dipulihkan, mengucap syukur bagi yang sudah disembuhkan;
- Doakan untuk pandemi covid di Indonesia dapat stabil bahkan turun;
- Doakan para medis dan relawan covid yang bertugas untuk diberikan kekuatan, kesehatan serta kesabaran, juga untuk keluarganya;
- Doakan untuk kegiatan PPAT yang diselengarakan malam ini dapat memperkuat iman jemaat dan siapapun yang mendengar menjadi percaya kepada Tuhan Yesus;
- Doakan rencana pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid menjadi endemi, program vaksinasi, program PPKM darurat dan program-program lainnya sehingga semua menjadi normal serta perekonomian dapat berjalan dan banyak orang yang dapat penghidupan yang layak dan kemuliaan Tuhan nyata atas negara ini.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat:
- Doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdm. Darto Eran dan keluarga;
- Doakan kesehatan serta kesetiaan jemaat dalam ibadah dan melayani;
- Doakan rencana penahbisan Gembala Sidang menjadi Pendeta Pengantar Injil di tahun 2022.
