“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
(Efesus 5:18-19)
Efesus 5:15-21 adalah sebagian dari nasihat Rasul Paulus kepada gereja di Efesus pada waktu itu, dan kepada kita juga supaya mereka dan kita, hidup sebagai anak-anak terang. Rasul meminta agar mereka menjadi penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang dikasihi Allah, agar mereka hidup dalam kasih. Mereka diminta untuk mengasihi orang lain seperti Kristus telah mengasihi mereka dan telah memberikan diri-Nya sendiri demi mereka.
Ada beberapa nasihat penting lainnya dalam perikop ini. Untuk hari ini mari kita perhatikan ayat 18 dan 19. Ayat itu berbicara tentang bagaimana bernyanyi yang berkenan kepada Allah. Rasul Paulus juga meminta agar mereka tidak mabuk oleh anggur/minuman keras, melainkan hendaknya mereka dipenuhi dengan Roh. Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, pada saat itu juga dia diselamatkan dan menerima Roh Kudus sepenuhnya. Dia adalah satu pribadi dari Allah Tritunggal. Kita tidak menerima sebagian-sebagian atau separuh, tetapi sepenuhnya. Kita harus menyerahkan hidup kita sepenuhnya untuk dikuasai atau dikontrol oleh Roh Kudus. Roh Kudus bagaikan angin yang bertiup menggerakkan layar perahu kehidupan kita, melaksanakan apa yang Allah kehendaki.
Hal itulah yang dibicarakan oleh Rasul Paulus dalam ayat 18 dan 19 ini. Orang yang sudah percaya kepada Kristus, mereka itu harus menyerahkan hidupnya dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, dalam berkata-kata kepada yang lain, dalam bermazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Ayat-ayat ini berbicara tentang siapa yang menyanyi dan apa yang dinyanyikan. Siapa yang menyanyi dalam ayat ini dikatakan “hendaklah kamu” artinya kita semua orang yang percaya. Tidak hanya yang punya suara bagus, atau paduan suara atau vocal grup. Tidak juga hanya kepada yang punya bakat musik atau mampu memainkan alat-alat musik. Semua orang yang percaya Tuhan Yesus harus menyanyi memuji Tuhan. Jadi firman Tuhan ini berbicara tentang Anda dan saya. Anda harus menyanyi memuji Tuhan. Nyanyian adalah khotbah atau kesaksian yang diungkapkan dalam bentuk lantunan nada/nyanyian.
Perhatikah beberapa Mazmur berikut ini: “Puji-pujian dari Daud. Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya”. (Mazmur 145:1,2)
“Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” (Mazmur 146:1,2).
“Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu” (Mazmur 147:1).
“Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya! Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta” (Mazmur 147:1-5).
Satu hal lagi yang sangat penting kita lakukan ketika kita menyanyi memuji Tuhan. Firman Tuhan berkata: “tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” . Ketika kita menyanyi memuji Tuhan kita diminta untuk menyanyi dalam pimpinan Roh Kudus. Apa artinya? Artinya kita menyanyi dengan penuh kesadaran memuji Tuhan, tidak asal bersuara tetapi dalam sikap sepenuh hati menyembah Tuhan. Berbicaralah kepada Tuhan, puji dan muliakanlah Tuhan. Ketika Anda dan saya menyanyi, Anda dan saya juga bersaksi atau mengakui siapa Tuhan itu, serta hal-hal yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Kita juga bisa mengakui dosa dan berdoa kepada Tuhan melalui nyanyian yang kita kumandangkan. Itulah nyanyian yang memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati Anda.
(JET11022022)
Pokok Doa:
- Doakan proses vaksinasi masal yang terus berjalan dapat berjalan optimal, tepat sasaran dan dijauhkan dari pihak tidak bertanggung jawab;
- Doakan pelayanan RS Baptis dan Klinik Baptis selama masa pandemi;
- Doakan jemaat: para lansia dan usia pensiun agar berada dalam kondisi sehat dan mendapat fasilitas vaksin booster. Kiranya mereka tetap bersukacita dan menikmati masa tua dengan produktif.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur:
- Doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdt. Yulius Eko dan keluarga;
- Mengucap syukur untuk keaktifan jemaat dalam mengikuti setiap kegiatan gereja, pemulihan kesehatan jemaat yang sakit (Bu Meiva) dan vaksinasi pertama Sdri. Attalya (putri Pdt. Yulius);
- Doakan Kelas Persiapan Baptisan untuk 2 calon anggota: Pak Yunghin dan Sdri. Emanuella Zoe Gracia Cristy;
- Doakan pergumulan jemaat: kelancaran proses penyusunan skripsi Sdr. Sudarmanto.
