“Jika bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sia usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
(Mzm. 127: 1)
Kita semua sepakat mengakui bahwa hidup ini ada karena kuasa-Nya, karena kehendak-Nya, karena rencana-Nya yang besar bagi kita. Tuhan telah merencanakan segala sesuatu yang akan terjadi di dunia ini, ini berarti bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini yang tidak diketahui-Nya. Kemahatahuan Allah menyatakan Kemahakuasaan-Nya yang tidak dapat diragukan lagi.
Salomo adalah anak Daud, sebagai anak raja yang menggantikan ayahnya menjadi raja, memiliki tanggung jawab yang besar yakni membangun Rumah Tuhan, membangun istana kerajaan, menjaga kota/kerajaan agar tetap aman, mengayomi masyarakat Israel sehingga memperoleh keadilan dan kesejahteraan, serta mendidik anak-anaknya supaya menjadi takut akan Tuhan dan ada yang memiliki kemampuan menggantikannya sebagai raja yang mumpuni. Hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya tersebut bukanlah perkara mudah walaupun ia seorang raja besar, karena itu Daud selalu mengarahkan Salomo agar memandang kepada Allah dan bergantung sepenuh kepada pemeliharaan-Nya. Tanpa hal itu segala hikmat, kekuasaan, kemewahan yang dimilikinya tidak ada gunanya.
Ayat nats tersebut di atas mengajarkan kepada kita agar kita bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Allah. Untuk melakukan hal itu bukanlah perkara yang mudah, karena terkadang kita memiliki pikiran dan kemauan yang secara logika benar, tetapi bertentangan dengan firman Tuhan. Dua kalimat dalam ayat nats hari ini memiliki pengajaran yang sama. Perhatikan dengan saksama, “Jika bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sia usaha orang yang membangunnya”, kalimat ini menyadarkan kita, tanpa restu dan penyertaan Tuhan apapun yang kita lakukan menjadi tidak berguna dan bahkan merugikan. Sementara kalimat berikutnya, “jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga”, mengajarkan pekerjaan yang berhubungan dengan kenegaraan, memerlukan keikutsertaan Tuhan secara mutlak demi kemajuan bangsa.
Jika tidak mau apapun yang kita lakukan menjadi sia-sia dan masa depan kita tidak suram, maka jangan pernah meninggalkan Tuhan Sang pencipta dan pemelihara dunia ini, mengikutsertakan Dia berarti menghormati dan tunduk kepada-Nya. “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Ams. 3: 6). Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI01022022)
Pokok Doa:
- Doakan perayaan Imlek dan kondisi liburan di tempat wisata/pusat perbelanjaan tidak menciptakan cluster covid-19;
- Doakan para naomi, jemaat usia pensiun dan lansia agar tetap sehat, hati sukacita dan damai sejahtera dalam Tuhan. Kiranya keluarga juga tetap menyatakan kasihnya bagi mereka.
Pokok Doa Cabang Purwonegoro:
- Mengucap syukur atas pelayanan ditahun 2021 dan penyertaan Tuhan bagi Pdm. Eko Kristianto dan jemaat dalam masa pandemi meski ada beberapa yang terkena covid-19;
- Doakan baptisan 4 Jemaat Purwonegoro;
- Doakan kegiatan gereja baik jam doa, WBI, KPW, KMBI, Sekolah Minggu, supaya jemaat semakin giat didalamnya;
- Doakan Jemaat semakin sehati dan sepikir untuk bisa melayani bersama hambanya/keluarga Pdm. Eko Kristianto ;

Amen!