“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.“ (Efs. 4:32)
Bagaimana tanggapan kita jika ada seseorang yang mengatakan “Aku mengampuni kamu” atau “Aku mengasihi kamu”, namun itu hanya sekedar di mulut saja dan ternyata dia masih membicarakan orang lain dibelakang orang tersebut? Mengasihi atau mengampuni bukan hanya sekedar slogan atau kata-kata indah yang menghiasi kehidupan manusia. Jika kasih dan pengampunan hanya sekedar slogan belaka, apa jadinya kehidupan di dunia ini? Bisa dipastikan pertikaian, permusuhan, dendam, iri hati serta banyak lagi keinginan daging (Gal. 5:19-21) akan bertumbuh dan berkembang biak dalam kehidupan seseorang. Karena itu sangatlah penting jika kasih dan pengampunan itu bukan hanya sekedar slogan, tetapi diwujudnyatakan dan dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.
- Perwujudan kasih dalam kehidupan. Pertanyaan yang sering muncul tentang kasih adalah siapakah yang dapat mengasihi dengan benar? Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya pengaruh yang mengkontaminasi perwujudan kasih dan pengampunan dalam kehidupan seseorang. Jika ada orang yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi dalam melakukan sesuatu adalah hal yang sangat menghambat perwujudan kasih dan pengampunan dalam kehidupan. Dalam Injil Matius 1:18-25 dengan sangat jelas dikatakan bahwa, ketika Yusuf dengan diam-diam bermaksud untuk menceraikan Maria dengan alasan ia sangat mengasihi Maria dengan tulus hati (ay. 19), sesungguhnya itu adalah kasih yang dilakukan hanya untuk kepentingan pribadi Yusuf semata. Yusuf mau menceraiakan Maria mungkin karena ia merasa malu karena tunangannya Maria sudah hamil terlebih dahulu, ia takut resiko kedepannya, dan pandangan masyarakat tentang dia sebagai orang Yahudi yang memegang teguh ajaran Taurat Tuhan. Memang itu kelihatannya wajar dan masuk akal tetapi bagi Tuhan itu bukanlah kasih dan pengampunan yang sempurna, karena kasih dan pengampunan yang sempurna dibuktikan dengan perbuatan yang nyata.
- Orang yang penuh kasih. Sisi lain tentang kasih, yaitu ketika seseorang dalam hidupnya memikirkan dan melakukan hal-hal yang positif kepada orang yang dikasihi. Mampu menerima orang lain dalam kondisi dan dalam keadaan apapun, dari kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, serta menjauhkan kita dari sikap mementingkan diri sendiri dan pendendam (Mat. 1:24-25). Di sisi lain orang yang melakukan kasih dan pengampunan akan menjadi orang yang dapat dipercaya. Itulah sebabnya, mengapa Yusuf pada akhirnya menunjukkan kasihnya yang sempurna kepada Maria bahkan kepada Tuhan? Oleh karena Yusuf menanggapi dan taat pada firman Tuhan melalui malaikat-Nya bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan umat-Nya yang berdosa (Mat. 1:21-23) meskipun umat manusia menolak dan memberontak-Nya. Dan natal adalah bukti kasih dan pengampunan yang sempurna yang tidak dimiliki oleh siapapun, dan allah manapun; karena Ia tidak datang dengan dendam dan hukuman bagi manusia, melainkan membawa kasih karunia bagi semua orang berdosa (Rm. 5:8).
- Sifat kasih. Begitu pentingnya kasih ini dalam kelangsungan hidup manusia, khususnya berkaitan dengan hubungan antar dan inter personal sehingga Paulus dalam 1 Korintus 13: 8-10 memberikan penjelasan tentang sifat kasih yang kekal. Semua kemampuan dan kepandaian manusia akan ada akhirnya dan tidak kekal, namun kasih akan tetap ada untuk selamanya. Kasih bahkan akan menyempurnakan semua yang bersifat fana, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap namun kasih tidak berkesudahan.
Jadi Saudara, oleh karena kita sudah menerima kasih dan pengampunan yang sempurna dari Tuhan Yesus Kristus, hendaklah kita ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni (Efs. 4:32). Tuhan Yesus memberkati.
(AP18112021)
Pokok Doa:
- Mari kita doakan Gereja Baptis Cabang tunggal Jaya, agar benar-benar dapat bertumbuh dan Sungguh- sungguh dapat mandiri secara keseluruhan;
- Mari kita doakan Pdt. Agus Panrimo dan Panitia PI yang akan berangkat ke Sekadau dalam Minggu ini untuk membantu jemaat yang terkena banjir;
- Mari mendoakan Gereja-gereja cabang/BPW/TPW dan saudara angkat agar dapat bertumbuh, berakar dan dapat menjangkau jiwa untuk dimenangkan. Doakan hamba Tuhan yang menjadi pemimpin ditempat Masing-masing.

Amin