“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap keseteraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.“ (Flp. 2:3, 5-6)
Menjadi pribadi yang meneladani Kristus dalam hal kerendahan hati adalah bukan perkara yang mudah, namun itu adalah suatu keharusan bagi setiap orang Kristen. Oleh karena kerendahan hati dari setiap orang Kristen merupakan alat untuk membangun suatu hubungan yang baik, langgeng, dan untuk kepentingan bersama. Dalam bahasa yang mudah untuk difahami, kerendahan hati dapat diartikan bahwa cara dan sikap kita menghargai orang lain lebih dari diri kita sendiri dan kita tidak terus menuntut atau mementingkan hak-hak kita. Sebaliknya, jika diantara kita sebagai orang Kristen masih memiliki sikap hidup sombong maka akan menghancurkan hubungan antara sesama orang Kristen atau tubuh Kristus. Ingat dalam Amsal 16:18 “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”. Kesombongan pula tanpa kita sadari bisa menipu diri sendiri.
Ajaran kekristenan jelas bagi kita semua bahwa kerendahan hati sangat berperan dalam membangun hubungan dan pelayanan (Flp. 2:3, 5-6; 1 Ptr. 3:8). Dan supaya kerendahan hati tercipta dalam hidup kita orang percaya adalah dengan kita benar-benar hidup di dalam Kristus (Yoh. 15:4-5) dan membiarkan Tuhan Yesus Kristus mengendalikan hidup kita baik pikiran, hati, dan sikap kita karena untuk kita dapat mengalami pertumbuhan, kemajuan, dan menjadi berkat dalam pelayanan harus melibatkan Tuhan Yesus Kristus.
Jadi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, marilah kita semakin sadar untuk apa kita hidup, dan apa dampak positif dari sikap hidup kita bagi sesama. Untuk terus mencapai pada tingkat kesempurnaan hidup maka belajarlah kepada Tuhan Yesus Kristus dengan membaca firman Tuhan, merenungkan firman Tuhan, dan siap dibentuk Tuhan melalui siapa saja dan dengan cara apa saja. Tuhan Yesus memberkati.
(AP17112021)
Pokok Doa:
- Mari Berdoa untuk GBIK agar semakin bertambah kuat dan besar, jemaat mengalami perubahan yang baik akan pengenalan Kristus Yesus, Melalui rangkaian Natal tahun ini;
- Mari mendoakan Panitia Upacara Gereja, Panitia Musik dan Panitia New Normal agar dapat mengatur kegiatan Natal sehingga berjalan dengan baik dan lancar;
- Berdoa bagi Keamanan Negara kita agar tercipta keamanan menjelang Natal dan Tahun baru juga dalam kerukunan antar umat terjalin dengan mesra.
