“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan? Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
(Kej. 3:1-3)
Seperti pada zaman Adam dan Hawa, sekarang ini pun banyak ajaran dan omongan yang memutarbalikkan firman Tuhan. Salah satu pendapat yang sudah memengaruhi kehidupan zaman sekarang adalah seharusnya orang menjaga kekudusan hubungan dalam berpacaran, bertunangan, ataupun berkeluarga karena begitulah yang diajarkan firman Tuhan, tetapi ada bahkan banyak orang muda dan zaman sekarang yang beranggapan kalau pacaran belum melakukan “hubungan sex”, wah itu adalah pacaran kuno dan tidak gaul. Pendapat dan anggapan inilah yang merupakan salah satu contoh pemutarbalikkan firman Tuhan yang dilakukan oleh si Iblis. “Yang benar” jadi kuno dan ditinggalkan, tetapi “yang salah” malah jadi trend. Pada zaman sekarang ini juga banyak cerita-cerita hantu yang ditayangkan di televisi, sehingga pada zaman sekarang manusia lebih takut kepada “hantu” daripada kepada “Tuhan”. Ini juga pemutarbalikkan firman Tuhan yang dilakukan oleh si Iblis untuk menggoyahkan iman orang percaya bahkan meruntuhkan penguasaan diri orang percaya. Hati-hatilah!
Sebagai orang percaya, seharusnya faham betul bahwa penguasaan diri orang percaya itu timbul dari mendengar dan percaya penuh akan firman Tuhan. Orang percaya seharusnya mempunyai iman dari mendengar dan percaya penuh kepada firman Tuhan serta sekali-kali tidak meragukan firman Tuhan yang telah Tuhan sampaikan kepada kita semua. Orang Percaya harus mempunyai penguasaan diri yang kuat dengan cara selalu mendengar, membaca, dan percaya penuh firman Tuhan jika mau mempunyai penguasaan diri yang kokoh seperti yang dikatakan dalam Lukas 6:47-48 “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya –Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”
Pernahkah penguasaan diri kita goyah bahkan runtuh ketika menghadapi godaan? Apakah pernah terbesit dalam pikiran dan hati kita untuk melakukan dosa ketika bujukan datang? Dan bagaimana kita menghadapinya lalu menang atas godaan itu? Mari kita temukan jawabannya dalam perenungan kita masing-masing dan kalau perlu berikan kesaksian kepada sesama kita tentang pengalaman hidup yang sangat berarti ini. Tuhan Yesus memberkati.
(AP06102021)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam membangun Infrastruktur dapat berjalan lancar, aman & bisa digunakan dengan tepat guna oleh masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK dalam hal Sekolah Minggu biarlah pelajaran /materi yg sudah disiapkan dapat membimbing mengimunisasi kebenaran Firman Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap dalam perlindungan Tuhan didalam menjalani kehidupan hari lepas hari dengan segala pergumulan dan berjuang untuk tetap taat akan Firman Tuhan.
