“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”
(Rm. 13: 1)
Sudah sejak minggu pertama bulan Agustus 2021, materi SRHI berbicara hubungan antara orang percaya (gereja) dengan pemerintah dan ini akan terus berlanjut sampai akhir Agustus nanti. Hari ini kita akan berbicara khusus tentang kata takluk. Ini menjadi penting karena jika tidak mengerti makna sesungguhnya, pemahaman kita bisa menyimpang dari kebenaran firman-Nya.
Dalam KBBI, takluk artinya mengaku kalah dan mengakui kekuasaan pihak yang dianggap menang; menyerah kalah kepada ….; tunduk kepada …. . KBBI ingin mengatakan bahwa takluk berarti mengakui kekuasaan pihak lain yang telah mengalahkannya. Belanda takluk kepada Jepang pada tahun 1942, berarti Belanda mengaku kalah dan Jepang yang menang, sehingga Belanda menyerah.
Jika dikatakan dalam ayat nats hari ini, “Tiap-tiap orang (termasuk orang percaya) harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, berarti tunduk dan mengakui kekuasaan pemerintah yang di atasnya merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Pemahaman takluk hendaknya kita terima dalam konsep :
- Hormat kepada pemerintah. Rasa hormat harus ditunjukkan kepada pemerintah yang di atasnya karena kita tahu dan menyadari bahwa mereka adalah berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah. “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja.” (1 Ptr. 2: 17)
- Patuh/taat peraturan yang berlaku. Tidak ada alasan untuk tidak tunduk kepada pemerintah, karena pemerintah melaksanakan pemerintahannya bertujuan untuk menyejahterakan rakyatnya. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yer. 29: 7).
- Tidak bersikap antipati/apriori dengan pemerintah. Sikap apriori berarti selalu berseberangan dengan pemerintah atau selalu menyalahkan setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Melakukan itu berarti menentang pemerintah, berarti siap berhadapan dengan mereka. “Dalam pikiran pun janganlah engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang kaya, karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap dapat menyampaikan apa yang kauucapkan.” (Pkh. 10: 20).
Dengan memahami konsep takluk tersebut di atas, kita akan bersikap dan bertindak bijak dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI23082021)
Pokok Doa:
- Doakan agar penyebaran berita bohong (hoaks) di Indonesia dapat dikendalikan. Kiranya masyarakat semakin selektif dalam membaca dan menyebarkan berita yang benar;
- Doakan upaya pengembangan vaksin dalam negeri dapat terus berjalan dan lulus setiap tahap uji klinis;
- Doakan pekerjaan dan usaha jemaat GBIK diberkati Tuhan. Kiranya jemaat yang membutuhkan pekerjaan atau mengalami masalah keuangan mendapat pertolongan dan jalan keluar dari Tuhan;
