“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.”
(Mat. 6: 25)
Di hari-hari sekarang ini, bohong kalau ada yang mengatakan tidak kuatir (bahasa bakunya “khawatir”) oleh kondisi virus corona yang fenomenal di dunia sekarang ini. Jutaan orang terserang, meninggal, terbaring sakit di rumah maupun di Rumah Sakit karena virus ini. Hampir semua orang dengan berbagai daya upaya berusaha untuk terhindar dari serangan virus ini, dan lagi pemerintah pusat maupun daerah proaktif secara preventif dan kuratif menekan seminim mungkin rakyatnya dari pengaruh virus ini.
Dalam perikup kitab Matius 6:25-34 tercatat Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid-Nya agar “JANGAN KHAWATIR”. Tuhan Yesus sampai tiga kali mengatakan hal itu (ayat 25,31,34), hal ini menunjukkan begitu penting dan daruratnya pola pikir yang demikian ada pada diri para murid. Melalui perkataan itu Tuhan Yesus menegur akan adanya pengaruh buruk dari kekhawatiran itu, jika secara terus menerus ada dalam pikiran manusia. Di bawah ini pengaruh buruk kekhawatiran yang berlebihan secara psikologis, yakni :
- Kekhawatiran dapat menyebabkan kegelisahan dan menyiksa pikiran, hal ini akan membuat pikiran menjadi kacau dan tidak bisa berkonsentrasi.
- Kekhawatiran dapat menyebabkan hubungan kita dengan sesama renggang, karena saling curiga dan saling tidak percaya satu dengan yang lainnya.
- Kekhawatiran dapat mengganggu sukacita di dalam Kristus, hal ini akan berdampak pada mengaburkan pengharapan kita di dalam kasih-Nya.
- Kekhawatiran dapat menyebabkan keragu-raguan dan ketidakpercayaan akan kuasa Tuhan, hal ini membuat kita menjadi bimbang dan mempertanyakan di mana kuasa Allah.
Dengan jelas Tuhan Yesus melarang murid-murid-Nya untuk khawatir tentang apa yang akan dimakan dan diminum, apa yang akan dipakai. Jujur kita harus katakan bahwa penyebab kekhawatiran dalam hidup ini sebagian besar adalah kurangnya kemudahan untuk hidup di dunia ini. Apalagi masa sekarang bertambah dengan kekhawatiran akan sarana menjadi sehat dan mendapatkan jaminan kesehatan itu sendiri. Solusinya tertulis dengan jelas dalam Matius 6: 33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI05062021)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia dalam menangani kerentaan dan ketahanan ekonomi Pancapandemi dapat bergerak ke arah pemulihan dan tidak berdampak resersi ekonomi sehingga kebutuhan pokok tetap tersedia masyarakat Indonesia tidak resah;
- Doakan masyarakat Indonesia tetap tenang menghadapi situasi saat ini berserta dinamika yang ada tidak menghujat Pemerintah ,saling menyalahkan,biarlah hikmat Tuhan nyata dalam hidup masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK terus dalam pemeliharaanTuhan dalam mengatur program dan anggaran tetap dapat berjalan dengan baik walaupun situasi kondisi Pandemi yang belum tahu kapan ber akhirnya Tuhan tetap memberi semangat kepada Gembala Sidang , Asisten GS,Para Diakon ,Ketua dan Pengurus organisasi kepanitiaan dan jemaat bersatu hati pikiran tangan untuk berkarya bagi Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia di dalam Tuhan di setiap pergumulan hidupnya tetap berusaha berdoa tidak tergoda yang menjerumuskan … tetap takut akan Tuhan;
- Doakan anggota gereja yang sakit
- Mohon Tuhan melawat, menjamah dan menyembuhkan saudara-saudara kita terkasih, jemaat GBIK yang sedang terpapar virus COVID:
-
* Ibu Enastasia, nenek dari Ibu Devita
* Ibu Winarti (anak Ibu Suwardi)
* Sdr. Bagas (cucu Ibu Suwardi)
