“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
(Markus 12: 43,44)
Khotbah atau renungan tentang pengabdian adalah khotbah atau renungan yang seringkali kurang disukai oleh sebagian orang Kristen. Demikian juga beberapa Pendeta agak enggan untuk sering mengkhotbahkannya. Hal ini terjadi karena khotbah pengabdian kebanyakan berbicara tentang milik yang kita punyai, baik berupa talenta, waktu, bakat dan bahkan harta atau uang kita.
Mungkin ada di antara kita yang setelah ibadah Minggu yang lalu bertanya dalam hati “mengapa berkhotbah tentang perpuluhan ketika kita sedang mengalami kelesuan ekonomi. Ada orang kehilangan mata pencarian, usaha seret dan pendapatan kita sedikit sekali. Untuk memenuhi keperluan sehari-hari saja sudah cukup berat, mengapa kita berbicara tentang perpuluhan?”
Sesungguhnya khotbah tentang pengabdian sangat penting karena hal itu merupakan perintah Tuhan serta berhubungan dengan berkat yang disediakan Tuhan bagi kita. Hari ini kita akan merenungkan satu renungan yang sangat penting tentang pengabdian yaitu: “Persepuluhanku sama dengan persepuluhanmu”. Memerhatikan judulnya ini saja sudah menarik perhatian kita dan menimbulkan pertanyaan, “Bagaimana bisa sama?” Coba lihat lembaran acara gereja hari Minggu yang lalu pada laporan persepuluhan. Lihat Nomor ___ dan bandingkan dengan Nomor ___. Jumlah nominalnya kan tidak sama. Bagaimana renungan ini berkata Persepuluhan Nomor___ sama dengan Persepuluhan Nomor ___. Itulah yang akan kita renungkan bersama-sama.
Dalam Injil Markus 12:41-44, Tuhan Yesus memuji persembahan seorang janda yang miskin dengan bersabda: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (43-44).
Sesungguhnya Allah tidak memerlukan perpuluhan atau persembahan dari kita. Allah adalah Allah yang memiliki segala segala-galanya. Mari membuka Mazmur 50 dan membaca ayat-ayat 7,9,10,11 dan 12: 7”Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 9Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 10sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 11Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 12Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.”
Jadi Saudara saudaraku yang dikasihi Tuhan, Allah tidak memerlukan korban-korban dan persembahan-persembahan kita karena segala sesuatu yang ada dalam dunia ini adalah milik-Nya. Kalau Dia memerlukannya, Allah tidak perlu memintanya dari kita. Jadi ketika kita memberikan persembahan dan persepuluhan kepada Tuhan, itu adalah satu kesempatan untuk hidup memuliakan Allah. Juga kesempatan untuk memuji Tuhan karena Allah memelihara dan memberkati hidup kita. Kita menngakui bahwa segala yang kita miliki adalah dari Tuhan. Kita bisa memberi karena Allah terlebih dahulu memberi dan mempercayakan kepada kita segala yang kita miliki saat ini. Allah memberi kepada kita makanan untuk kita makan, pakaian untuk kita pakai, tempat tinggal untuk kita tinggali. Memberi kepada kita kekuatan untuk bekerja dan kesehatan agar kita dapat beraktifitas dan menikmati hidup ini. Jadi ketika kita beribadah dan memberikan perpuluhan dan persembahan kepada Tuhan adalah itu adalah cara kita menyatakan ucapan syukur kita kepada Allah.
Ada beberapa hal yang kita pelajari dari renungan ini:
- Tuhan Yesus melihat Persembahan dan Persepuluhan yang kita persembahkan kepada-Nya. Dia melihat persembahan orang-orang Farisi yang memberi persembahkan dengan motifasi agar dipuji dan dihargai manusia. Sebaliknya Tuhan juga memerhatikan persembahan Ibu Janda itu yang memberi dengan tulus sebagai ucapan syukurnya kepada Tuhan.
- Tuhan Yesus memberi pujian terhadap orang yang memberi dengan penuh iman dan pengorbanan seperti persembahan janda miskin itu. Tuhan Yesus berkata: “Dia memberikan seluruh nafkahnya”. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan”. Masa Pandemi ini iman kita diuji apakah kita memberi dengan iman kepada Tuhan.
- Yang membuat persembahan dan perpuluhan kita sama di hadapan Tuhan adalah bukan seberapa banyak nominalnya melainkan seberapa tulus hati kita mempersembahkannya kepada Tuhan.
(JET04062021)
Pokok Doa:
- Kami mohon Tuhan, hadirlah dalam hati dan pikiran kami, dalam setiap persekutuan kami melalui audio/medsos, dan Radio ini, buka jalan, turut campur, serta jauhkan kami dari segala kesombongan jasmani dan rohani apapun posisi dan jabatan kami;
- Berkati kesehatan kami masing-masing . Mohon Tuhan bagi yang sakit kena Covid 19 dalam perawatan semakin sehat dan pulih kembali, demikian juga yang sakit karen penyakit lainnya agar sembuhkan Tuhan yg disebutkan dalam setiap doa kami atau dalam buletin gereja.
- Mari kita doakan para lansia yang dirawat dirumah dan di rumah jompo. Hibur dan tabahkan mereka beri kecukupan biaya bagi keluarga yang mendukungnya;
- Pokok doa anggota kelompok.

Shalom utk semua umat,
Kami mengasihi karena Engkau lebih dulu mengasihi. Kami mengampuni karena Engkau lebih dulu mengampuni, Kami alami kesulitan di dunia seperti Engkau derita di kayu salib, apa yg masih kurang dari derita yg kau alami di Kayu Salib. Ajar kami Tuhan bisa turut rasakan hatiMu karena tubuh kami BaitMu tempat Engkau taro RohMu. Terima Kasih Tuhan Yesus. Aku mengasihiMu