“Seperti ada tertulis: Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
(2 Kor. 8:15)
Hidup kekristenan diwarnai dengan pemberian. Dan ada berbagai tingkat dalam hal memberi, yaitu sesuai dengan tingkat rohani yang kita miliki. Atau dengan bahasa lain yang lebih lugas, semakin dewasa anak-anak Tuhan semakin tahu bagaimana memuliakan Tuhan dengan hartanya, waktunya, tenaganya, talentanya dan bahkan seluruh hidupnya. Bagi anak-anak Tuhan, memberi apa yang ada pada kita kepada Tuhan sesungguhnya adalah sesuatu yang wajar, penuh semangat dan penuh sukacita oleh karena memberi bagi Tuhan adalah suatu kehormatan bagi mereka. Lalu dengan cara seperti apa kita bisa memberi dengan sukacita kepada Tuhan?
Tingkat pemberian orang Kristen sebagai anak-anak Allah yang pertama dan termudah adalah persembahan persepuluhan “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Mal. 3:10). Ini adalah pemberian wajib bagi setiap anak-anak Tuhan yang mengakui-Nya sebagai Allah Pencipta dan Pemilik segala sesuatu serta Pemberi segala kasih karunia. Persembahan persepuluhan ini adalah hutang kita kepada Tuhan, dan jika anak-anak Allah menolak untuk mengembalikannya kepada Tuhan melalui gereja-Nya berarti “mencuri milik Tuhan” (Mal. 3:8).
Tingkat pemberian orang Kristen yang kedua adalah persembahan khsusus. Persembahan ini di luar persembahan persepuluhan. Harus diberikan dengan sukarela dan tidak boleh terpaksa. Pemberian ini diberi karena kita menyukuri kebaikan Tuhan bagi kita karena pertolongan-Nya, atau untuk menolong mereka yang hidup berkekurangan serta memperluas pekerjaan Tuhan di muka bumi ini.
Tingkat pemberian orang Kristen yang ketiga adalah persembahan seluruh hidupnya. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2 Kor. 9:6). Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya memerhatikan persembahan jenis ini, ketika mereka melihat seorang janda mempersembahkan hartanya yang hanya sedikit itu. Namun bagi Tuhan Yesus, persembahan seorang janda itu adalah “semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (Mrk. 12:44). Ini dapat diartikan bahwa seorang janda itu memberi persembahan seluruh hidupnya. Jika kita sebagai orang Kristen berkomitmen memberikan hidup kita sebagai persembahan bagi Tuhan, maka kita mengakui kehadiran Roh Kudus dalam kita sebagai “Penghuni dan Pengontrol hidup kita”; sebab pada saat kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan, penghuni baru dalam hidup kita adalah Roh Kudus. Dan sejak saat itu Ia mengambil alih hidup kita dan menetapkan segala kebijaksanaan dalam hidup kita bahkan sampai pada cara kita memakai uang dan harta benda kita yang diberikan oleh-Nya.
Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus dan yang mengasihi-Nya, marilah kita sebagai anak-anak Allah menyerahkan pada Tuhan apa yang ada pada kita, baik uang, talenta, dan bakat kita untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus sebab itu yang Tuhan kehendaki dalam setiap kehidupan kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP03062021)
Pokok Doa:
- Mari Berdoa untuk Gereja agar Sekolah Minggu terus setia mengajarkan kasih dalam pembelajarannya. Doaka persiapan SIL GBIK dapat berjalan dan terkoordinasi dengan baik;
- Mari berdoa untuk anak-anak yang akan menghadapi ujian kenaikan kelas dan ujian semester.
- Mari berdoa bagi bangsa Indonesia agar terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) dalam penerapan kebijakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB);
- Pokok doa anggota kelompok.
