“Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan semesta alam.”
(Mal. 3: 11)
Setiap orang dalam melakukan segala sesuatu pasti ada sesuatu yang memotivasinya. Pada saat melakukan, terkadang mativasi itu disampaikan secara langsung, tetapi ada juga yang tidak disampaikan secara langsung. Motivasi seseorang dalam berbuat sesuatu karena alasan ekonomi, alasan social, alasan kemanusiaan maupun alasan lainnya. Prinsipnya dalam setiap langkahnya, manusia melakukannya pasti ada motivasinya.
Ada orang memberi persepuluhan dengan motivasi yang benar yaitu mengembalikan persepuluhan sebagai bentuk ketaatan akan perintah Tuhan. Tetapi ada juga orang memberi persepuluhan dengan maksud agar semakin diberkati Tuhan. Sepintas motivasi yang kedua ini biasa dan tidak ada kesalahan sedikit pun, sesuai dengan Maleakhi 3: 10 yakni, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Namun demikian motivasi ini adalah motivasi yang keliru, oleh karena jika pada akhirnya orang tidak merasakan berkat yang berkelimpahan setalah memberi persepuluhan, mereka akan menganggap Tuhan tidak menepati janji-Nya dan mereka tidak mau lagi memberi persepuluhan. Memberi persepuluhan tidak sama dengan orang memancing.
Motivasi yang benar dalam memberi persepuluhan adalah motivasi pertama yakni memberi karena ketaatan. Orang taat karena meyakini firman Tuhan tentang persepuluhan itu merupakan perintah yang harus ditaati dan dilaksanakan dengan kejujuran dan keikhlasan. Dengan motivasi yang demikian, orang percaya tetap memberi persepuluhan sekalipun menurut kacamata orang lain tidak diberkati, tetapi yang bersangkutan tetap bisa merasakan berkat Tuhan melimpah sekalipun tidak dalam bentuk materi.
Tuhan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, Dia akan “menghardik belalang pelahap” sehingga sumber berkat kita tidak akan musnah, tidak akan habis, namun jika sumber berkat itu tertutup, Dia pasti akan membukakan sumber berkat yang lainnya. Biarlah pemahaman yang diikuti dengan keyakinan yang benar ini akan mewarnai iman kita tentang memberi/mengembalikan persepuluhan untuk Tuhan melalui gereja kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI02062021)
Pokok Doa:
- Doakan persatuan dan kesatuan NKRI tetap terjaga, masyarakat memiliki sikap toleransi dan menjadikan nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbagsa;
- Doakan GBIK dalam persiapan Ibadah New Normal Tahap 2 yang rencananya dilaksanakan mulai Bulan Juli agar berjalan dengan baik dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.
- Doakan kerjasama dan koordinasi seluruh Panitia Gereja dalam menyiapkan Ibadah New Normal Tahap 2. Kiranya para Panitia dapat saling tolong-menolong dan berkomunikasi dengan baik;
- Doakan pemerintah kita terutama Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022;
- Pokok doa anggota kelompok.

Amin. Saya terberkati. LANJUTKEN!
Mau tanya: SRHI akronim apa? Terimakasih. Happy blessed day in His grace.
Syallom Bpk. Tri Suko,
SRHI merupakan singkatan dari Santapan Rohani Hari Ini.
GBU