“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar.”
(Rm. 12: 6-7)
Setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, Roh Kudus memasuki kehidupannya untuk menuntun, mengajar dan menyertai sepanjang kehidupannya. Oleh karena itulah maka seharusnya setiap orang percaya akan selalu menjalani hidupnya berjalan dalam terang kasih Allah. Salah satu terang kasih Allah itu adalah hidup dalam pelayanan.
Roma 12: 6-7 tersebut di atas membuktikan bahwa setiap orang percaya dianugerahi Tuhan dengan karunia yang berbeda satu dengan yang lain. Sampai dengan ayat 8 disebutkan beberapa karunia lainnya yang Allah berikan kepada orang percaya. Kita tidak boleh iri dengan karunia yang dimiliki orang percaya lain, karena memang Allah memberi karunia sesuai dengan kehendak-Nya dan sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki-Nya.
Salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada orang percaya adalah ‘karunia melayani’, yang dalam terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) disebutkan ‘menolong orang lain’. Dengan mengacu kepada hal tersebut, kita dapat mengatakan bahwa karunia melayani itu berarti kerinduan orang percaya untuk menolong, memberi kemudahan, menjadikan lancarnya persoalan kehidupan orang lain, sehingga hidupnya lebih baik, lebih nyaman dan lebih sukacita.
“Melayani” adalah kerinduan, kemampuan dan kuasa yang diberi Allah untuk memberikan bantuan praktis kepada anggota dan pemimpin gereja, membantu mereka memenuhi tanggung jawab mereka kepada Allah. Itulah sebabnya pada gereja mula-mula dipilih orang-orang yang dipandang cakap untuk melakukan pelayanan itu, lihatlah Kisah Para Rasul 6: 2-3, “Berhubung dengan hal itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu.”
Ketujuh orang yang dipilih akhirnya kita kenal dengan sebutan/gelar Diakon. Namun pada masa kini tugas melayani bukan hanya dibebankan kepada Gembala Sidang dan para Diakon saja, setiap orang percaya, anggota gereja diberi karunia untuk melayani dalam bidang, ketrampilan serta kesanggupan masing-masing. Sebagai orang percaya dan anggota gereja, sudahkah Anda terlibat dalam pelayanan di gereja? Selamat melayani, Tuhan memberkati, Amin.
(RI17052021)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia dalam upaya mencegah mata rantai penularan virus Corona berserta varian mutasi baru dapat berjalan dg baik selepas libur Lebaran ini, Tuhan tetap memberi semangat dan pimpinan untuk para Satgas, tenaga kesehatan, serta aturan yang ada dapat di laksanakan dengan baik oleh Rakyat Indonesia;
- Doakan Jemaat GBIK tetap di beri kekuatan, kesehatan, hikmat dari Tuhan untuk menyikapi hidup di masa-masa sulit karena pandemik yang belum tau kapan berakhir. Tetap bersandar penuh pada Tuhan, tetap berusaha dengan tekun menjaga Iman & Imun agar Aman;
- Doakan GBIK dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memelihara iman jemaatnya, dan rencana kerja dapat berjalan dengan baik, banyak jiwa-jiwa baru di menangkan bagi Tuhan.
