“Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.”
(2 Timotius 1:3)
Rasul Paulus menulis setidaknya 13 Surat yang ada dalam Alkitab Perjanjian Baru. Ada beberapa surat yang ditujukan kepada gereja-gereja yang pernah dilayaninya. Ada juga yang dikirimkan kepada orang secara pribadi misalnya kepada Titus, Pilemon dan Timotius. Di antara surat-surat itu ada beberapa yang ditulis oleh Rasul Paulus dari dalam penjara.
Dari sekian banyak surat yang ditulis Rasul Paulus, surat 2 Timotius adalah surat Paulus yang sangat unik. Unik karena Paulus menulisnya dari dalam penjara di Roma dan Paulus menyadari bahwa ia akan segera menjalani hukuman mati. Surat itu ditujukan kepada Timotius, anak rohani yang sangat dikasihinya. Kita mengetahui hal itu sebab pada bagian akhir suratnya dia menulis : “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat” (2 Timotius 4:6). Jadi segala yang ada dalam surat 2 Timotius ini merupakah kata-kata terakhir dari seorang yang segera akan meninggal. Isinya pasti sangat penting dan merupakan isi hati Paulus yang terdalam kepada penerima surat, yaitu Timotius .
Dari sekian banyak hal penting yang disampaikan Paulus, mari memerhatikan satu hal yang patut menjadi perenungan kita hari ini. Paulus menulis: “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam” (1:4). Ayat ini menyatakan kepada kita bahwa Paulus adalah:
- Pendoa yang setia. Dia berdoa 2 kali sehari yaitu siang dan malam. Dari surat-suratnya yang lain kita mendapati bahwa selain doa yang dua kali sehari itu, Paulus juga berdoa dalam setiap situasi dalam hidupnya, pelayanannya dan hal-hal atau orang-orang atau gereja-gereja yang dilayaninya. Dia juga berdoa ketika ia sedang dalam penjara di Filipi, sehingga ada gempa bumi yang hebat dan pintu-pintu penjara terbuka.
- Paulus berdoa untuk gereja di Efesus. Perhatikan doa Paulus untuk mereka: ”Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Pertanyaan untuk kita sekarang: Apakah kita, Anda dan saya mendoakan gereja kita. Berapa kali Anda mendoakan gereja kita? Kalau kita mengasihi gereja, kita perlu berdoa untuk gereja seperti doa Paulus kepada gereja di Efesus. Ada banyak anggota gereja kita yang sakit dan perlu kita doakan. Ada banyak saudara seiman di gereja kita yang sejak pandemi ini kehilangan pekerjaan. Ada beberapa anggota gereja kita yang perusahaannya mengalami kemunduran, perlu kita doakan.
Doa merupakan salah satu tanda seberapa dalam kasih kita kepada orang, dan juga kepada gereja. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya, dan Ia mendoakan mereka agar semuanya menjadi satu, (Yohanes 17). Nabi Samuel sangat mengasihi bangsa Israel walaupun bangsa itu seringkali berbuat jahat kepada Tuhan. Samuel berkata: “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus” (1 Samuel 12:23).
Firman Tuhan menyatakan bahwa DOA orang benar itu sangat ampuh, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16). Beberapa hari yang lalu kita membaca Kitab Ester. Dalam firman Tuhan itu diceritakan bahwa ketika Ratu Ester meminta agar Mordekai pamannya serta semua orang Yahudi berpuasa selama 3 hari supaya Ester diberi keberanian untuk berbicara kepada Raja Asahyweros untuk menggagalkan rencana Haman yang akan membinasakan bangsa Yahudi dapat dikabulkan. Puji Tuhan, hasilnya adalah Haman dihukum dengan salib yang semula disiapkannya untuk menyalibkan Mordekai.
Kita pasti mengasihi gereja, mari mendoakan sesama jemaat di gereja kita. Mari mendoakan Saudara-saudara seiman kita, seperti Paulus mendoakan Timotius, anak rohani yang dikasihinya
(JET14052021)
Pokok Doa:
- Usaha Pemerintah mengembangkan program “Bangga Buatan Indonesia” kiranya membantu pemulihan ekonomi dan mendorong kreativitas pengusaha meningkatkan kualitas produk dalam negeri;
- Kesehatan dan pemeliharaan Tuhan bagi para aparat pemerintah yang bertugas selama masa liburan. Kiranya keberadaan posko pemantauan dan pos penyekatan di jalan raya mendorong masyarakat semakin tertib;
- Kesetiaan dan pertumbuhan iman jemaat GBIK melalui kegiatan KPW yang dilaksanakan secara rutin.
