“Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.”
(Filipi 1:27)
Apakah Anda sering merasa ada tekanan dari orang-orang yang tidak seiman? Ada perlakuan tidak baik, dalam tutur kata atau tindakan kasar? Anda merasa seperti selalu diawasi dan dikritik oleh mereka? Atau apakah sering diliputi rasa takut ketika mendengar atau melihat orang orang yang mengaku dahulu adalah pengikut Kristus dan sekarang telah berpindah agama dan menjelek-jelekkan agama Kristen? Atau apakah Anda diliputi rasa takut ketika penganut agama lain mempersoalkan beberapa keyakinan Kristen yang Anda sendiri sulit menjelaskannya? Anda merasa bahwa tindakan mereka yang tidak seiman itu berusaha untuk menjatuhkan Anda?
Hal itu juga yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada gereja yang sangat dikasihinya, yaitu gereja Filipi. Tapi dalam suratnya ini, dia menyatakan bahwa walaupun dia dipenjarakan, tetapi karena pemenjaraannya dan segala penganiayaan yang dialaminya, hal itu telah menyebabkan kemajuan pemberitaan Injil. Kemudian Rasul Paulus mengharapkan bahwa gereja di Filipi tetap bermegah dalam Kristus walaupun mereka banyak mengalami tekanan atau penganiayaan dari mereka yang tidak percaya kepada Kristus. Mengikuti Kristus dengan berani bukanlah seperti suatu permainan, ini adalah satu medan pertempuran.Lawan kita adalah penguasa kerajaan angkasa. penguasa di udara, Iblis dengan segala bala tentaranya.
Perhatikan kata-kata: “tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu” (1:28). Demikian juga “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (1: 29). Juga ada frasa “dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku” (1: 30).
Untuk itu Rasul Paulus memberi kepada mereka yang ada di Filipi dan juga kepada kita, empat hal penting yang dapat menolong mereka dan kita tetap setia dan taat kepada Kristus. Keempat hal ini adalah seperti empat kaki kursi yang kokoh menopang setiap orang yang duduk di atasnya. Mari perhatikan keempat hal ini.
- Hendaklah Menjadi Warga Negara Surga yang sejati
Rasul Paulus menyatakan bahwa jika kita mau tetap setia kepada Kristus ditengah-tengah dunia yang cenderung menjatuhkan kita, maka kita perlu konsisten kepada Injil. “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, (1:27) kata “hidupmu” dalam ayat ini dalam bahasa aslinya pol-it-yoo’-om-ahee, diipakai untuk menyatakan seorang yang menjadi warganegara yang baik, yaitu mengikuti dan menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dia layak menjadi perwakilan bagi negaranya.Di sini Rasul Paulus ingin menyatakan bahwa kalau kita mau bertahan tetap setia kepada Tuhan Yesus walaupun dunia ingin menjatuhkan kita, maka kita harus menjadi warga negara surga yang terbaik. Dalam Filipi 3:20 Paulus menyatakan bahwa: “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat”. Pertanyaan yang perlu kita jawab sekarang ialah, apakah kita menjadi warga negara sorga yang baik?
- Hidupmu berpadanan dengan firman.
Prinsip kedua yang sangat penting jika kita mau tetap setia kepada Kristus di tengah dunia yang cenderung menjatuhkan kita adalah hidup kita harus berpadanan dengan Injil. Berpadanan artinya seimbang atau sesuai dengan firman Tuhan. Ayat ini menyatakan bahwa perilaku kita mesti sesuai dengan pengakuan iman kita. Perbuatan kita seyogianya selaras dengn firman Tuhan.Jadi penting sekali kita membaca dan merenungkan firman Tuhan agar kita dapat menyatakan hidup kita sesuai dengan firman Tuhan. Yohanes Pembaptis menyatakan hal ini ketika dia menegur orang Farisi dan Saduki yang datang untuk dibaptis: “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”. Pertanyaan yang harus kita jawab ialah, apakah perbuatan kita sesuai dengan pertobatan kita?
- Teguh berdiri dalam satu Roh.
Masih pada ayat 27 Paulus berkata: ´Bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil”Rasul Paulus berkata, apakah “dia datang dan melihat, atau mendengar” bahwa mereka teguh berdiri. Ini istilah yang biasa dipakai dalam militer yang artinya “tetap berdiri pada pos di mana dia ditugaskan”. Seorang tentara akan tetap berdiri pada pos dimana dia ditugaskan. Dia akan tetap berada di tempat tugasnya apapun kadaannya. Dia tidak boleh meninggalkan tempatnya dan tugasnya.
Hal itulah yang diharapkan Paulus kepada jemaat Filipi dan kepada kita juga, bahwa kita akan tetap pada tempat pelayanan kita, termasuk gereja di mana Tuhan menempatkan kita, apapun keadaannya. Apakah ada orang yang menghargai ataupun tidak, ingatlah bawa Tuhan yang membawa kita ke tempat /gereja dimana kita melayani Dia. Jangan lupa untuk bekerja bersama-sama dengan saudara seiman. Itu akan meningkatkan kekuatan Anda. Gereja merupakan satu team yang perlu bekerja sama.
- Jangan Takut
Kita perlu menyadari bahwa kepada kita dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga “untuk menderita untuk Dia” (1: 29). Jangan takut akan tantangan yang harus kita hadapi. Firman Tuhan berkata: ”Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawan Iblis maka ia akan lari dari padamu” (Yakobus 4:7). Orang yang takut mudah sekali dimanipulasi.
Jadi, sebagai kesimpulan bagaimana kita bisa tetap setia dan taat dan mengasihi Kristus di tengah-tengah dunia yang cenderung menjatuhkan kita ialah: Kita harus menjadi warga sorga yang sejati, Hidup berpadanan dengan Injil, Teguh berdiri dalam satu roh dan Jangan takut.
Apakah keempat hal itu ada dalam hati dan pikiran kita? Apakah Tuhan melihat hal itu dalam hidup kita sehari-hari?
(JET09052021)
Pokok Doa:
- Hikmat bagi Pemda DKI agar mampu membuat kebijakan mengatasi kerumuman di pusat perbelanjaan dan tempat wisata;
- Kebijakan Pemerintah mempersingkat alur pelaksanaan vaksinasi covid-19 dari empat meja menjadi dua meja kiranya dapat mempercepat dan memperlancar proses vaksinasi;
- Keamanan dan suasana kondusif pelaksanaan ibadah minggu di GBIK maupun di seluruh Gereja yang ada di NKRI.
