“Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu””
(Kisah Para Rasul 9: 3-5)
Dalam judul renungan hari ini, terdapat pertanyaan: “Siapakah Engkau Tuhan?” Ini adalah salah satu pertanyaan yang terpenting dalam hidup setiap orang. Kalau kita salah dalam menemukan jawabannya, hal itu akan membawa akibat yang sangat fatal yaitu hukuman yang kekal. Sebaliknya apabila kita bisa menemukan jawaban yang benar dan memercayainya maka kita akan memperoleh hidup yang kekal.
Pertanyaan di atas dipertanyakan oleh seorang yang bernama Saulus. Dia adalah seorang yang sedang memegang surat kuasa dari pemimpim agama Yahudi. Mereka memberi kuasa kepadanya untuk pergi kemana saja, menangkap dan memenjarakan bahkan membunuh setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus. Dalam perjalanannya ke Damsik, ketika mendekati kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan mendengar suatu suara yang bertanya kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Saulus menjawab dengan bertanya: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Saulus menerima jawaban atas pertanyaan tersebut, katanya: “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu”.
Siapakah Yesus? Yesus adalah Tuhan yang telah menyatukan diri-Nya dengan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dia adalah Imam Besar yang kita – orang percaya – miliki. Dia bukanlah seperti “imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4: 15).
Pertanyaan itu juga pernah diajukan oleh murid-murid Yesus ketika pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh. Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?“ (Lukas 8:22-25).
Siapakah Yesus? Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa. Dia pencipta dan memilki kuasa memerintah atas alam semesta. Dia sanggup meredakan angin, badai dan gelombang yang menggelora. Dia sanggup melindungi pengikut-pengikut-Nya dan menjadikan hidup mereka menjadi teduh. Yang perlu kita lakukan adalah percaya sepenuhnya kepada Yesus, Tuhan kita.
Sekali lagi, kita menemukan jawaban atas pertanyaan yang sangat penting itu dalam peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, yang ditulis oleh Rasul Matius: “ 50Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 51Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” (Matius 27: 50-54)
Semula kepala pasukan serta prajurit-prajurit itu memperlakukan Yesus sebagai seorang terpidana yang harus disalibkan. Mereka membiarkan orang memperlakukan Yesus dengan rasa tidak hormat. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada Yesus. Mereka menganyam sebuah mahkota duri lalu memberi Yesus sebuah tongkat, dan mereka berlutut di depan Yesus untuk mengolok-olok- Nya. Setelah menyalibkan Tuhan Yesus, prajurit-prajurit itu membagi-bagi pakaian-Nya.
Tetapi ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya, dan terjadi gempa bumi, dan kuburan-kuburan terbuka , kepala pasukan itu menjadi sanngat takut, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”. Ya benar, Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia ini, mati di kayu salib menanggung dosa-dosa kita. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Mari mempercayai Dia, sungguh-sungguh, mari memuliakan Dia !!
(JET26032021)
Pokok Doa:
- Pemberlakuan tilang elektronik pada beberapa provinsi di Indonesia kiranya mendorong masyarakat semakin tertib berlalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan;
- Program Kartu Prakerja 2021 dapat mendorong pemulihan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat selama pandemi COVID-19;
- Persiapan hati jemaat GBIK menyambut peringatan Jumat Agung dan perayaan Paskah;
- Kekuatan dan penghiburan bagi keluarga besar Alm. Ibu Titik Yerusa. Tuhan kiranya menolong seluruh rangkaian pemakaman dan ibadah penghiburan.
