“Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu. Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: “Binasa aku.”
(Rat. 3: 52-54)
Kondisi pada masa sekarang ini kita rasakan adanya tekanan hidup yang semakin berat dari waktu ke waktu yang tidak bisa dihindarkan. Ada banyak cara orang merespon kondisi tersebut, ada yang dengan tenang menyikapinya, bersikap pasrah untuk tidak menimbulkan dampak yang semakin parah secara fisik maupun psikis. Namun ada pula yang menyikapi secara berlebihan dengan merasa tertekan yang amat sangat, sehingga berdampak buruk bagi psikologis mereka. Sebagai anak Tuhan bagaimana sikap yang terbaik menghadapi derita yang semakin dalam itu?
Yeremia sebagai Hamba Tuhan yang menulis Kitab Ratapan, juga merasakan hal yang demikian yakni tekanan hidup yang amat berat setelah Yerusalem diporakporandakan tentara Babel, sebagian penduduk dan harta benda dibawa mereka sebagai pampasan perang. Yeremia menuliskan kondisi itu seperti burung yang terus diburu-buru, hidupnya dilemparkan dalam lubang hidup-hidup dan dilontari batu. Sementara air membanjiri kepalanya, sehingga Yeremia merasa telah binasa. Sebagai orang yang menyaksikan dan mengalami bagaimana Yerusalem dihancurleburkan tentara Babel, dan hari-hari selanjutnya, ia merasakan derita yang semakin dalam.
Dalam situasi seperti itulah Yeremia berkeluh kesah hanya kepada Tuhan, lihatkan apa yang dikatakan: “Ya Tuhan aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku. Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut.” (Rat. 3:55-57). Yeremia menyadari bahwa hanya di dalam kasih-Nya derita yang semakin dalam itu dapat diatasinya, karena Tuhan mampu memberi pertolongan. Rasa tenang hanya dapat kita dapatkan jika kita dekat dengan Allah Sang pencipta, keselamatan ada dalam tangan-Nya. (Mzm. 62:2).
Bapak, Ibu dan Sudara-saudari semua, apabila Anda sedang dalam situasi dan kondisi seperti Yeremia dan bangsa Israel saat itu yakni merasakan derita yang semakin dalam, ikutilah teladan Yeremia yaitu datang kepada Tuhan, berseru kepada-Nya, sampaikan apa yang Anda rasakan menghadapi situasi sulit yang ada. Tuhan Allah yang Mahatahu, mendengar seruan anak-Nya, dan Dia akan segera menolong sesuai dengan rencana-Nya. Puji Tuhan, kiranya hal ini memberkati kita semua, Amin.
(RI10032021)
Pokok Doa:
- Mendoakan program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian terus dikerjakan dengan benar dan tepat guna;
- Mendoakan untuk perkembangan tumbuh sehat jasmani dan rohani dari murid- murid SM kelas Madya dan Tunas muda;
- Mendoakan pelaksanaan Doa semalaman kiranya bisa berlangsung lancar dan memuliakan nama Tuhan Yesus serta menyegarkan iman para jemaat.
