“Yerusalem sangat berdosa, sehingga najis adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; dan dia sendiri berkeluh kesah, dan memalingkan mukanya.”
(Rat. 1: 8)
Tahukah kita bahwa ada asap karena ada api. Sekalipun kelihatannya api itu sudah mati, tetapi dalam sekam api itu akan menimbulkan asap. Pernyataan itu menjadi suatu peribahasa, yang artinya segala sesuatu terjadi pasti ada penyebabnya, tidak mungkin sesuatu terjadi tanpa ada yang menyebabkan. Hukum sebab akibat berlaku dalam hal ini, dan memang di dunia ini hukum sebab akibat menjadi dasar dalam menetapkan sesuatu.
Bangsa Israel yang dahulu dikenal sebagai umat pilihan Allah, selalu menang dalam peperangan oleh karena penyertaan Allah, dalam Ratapan pasal 1 menjadi hilang pamornya, hilang kewibawaannya. Lihatlah perubahan yang terjadi, mereka yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya. Bangsa-bangsa yang dahulu merayunya untuk bersekutu dengannya, sekarang tidak menghargainya. Bangsa-bangsa yang dahulu membelainya ketika mereka dalam kemegahan dan kemakmurannya, sekarang menganggapnya rendah. Mengapa itu terjadi ? Ya … karena mereka melihat ketelanjangannya. Dengan banyaknya musuh yang melawannya, bangsa-bagngsa itu melihat kelemahannya. Sekarang jelas terlihat bagaimana Yerusalem memburuk-burukkan dirinya sendiri oleh karena dosanya.
Tidak salah kalau Paulus dalam Rm. 6: 23 menyatakan: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Ayat tersebut membandingkan dua hal yang saling bertolak belakang yakni akibat dosa dan akibat karunia Allah. Dosa berakibatkan maut/kematian, sementara karunia Allah berdampak positif yakni kehidupan abadi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Bangsa Israel pada masa Yeremia (saat kitab Ratapan ditulis oleh Nabi Yeremia) telah memilih jalan hidup yang salah, karena itu dihukum Tuhan melalui kekalahan telak menghadapi serbuan kerajaan Babil.
Dari pernyataan tersebut di atas, terdapat dua pilihan hidup, hidup dalam jalan dosa atau hidup dalam jalan kasih karunia Allah. Memang untuk sementara saja berbuat dosa itu mungkin menyenangkan, tetapi setelah itu hukuman Tuhan melandanya. Namun kalau kita hidup dalam kasih karunia Allah, upah yang istimewa Tuhan siapkan bagi kita yakni hidup kekal dalam Kristus. Pilihan ada di tangan kita, silakan pilih sesuai kehendak kita masing-masing. Tuhan memberkati, Amin.
(RI08032021)
Pokok Doa:
- Mari doakan bagi para pemimpin NKRI . Baik legislatif dan yudikatif , diberi hati takut Tuhan , mengabdi pada masyarkat dan menjunjung Pancasila dan UUD 1945;
- Mendoakan untuk persiapan para murid SM yang menghadapi PTS minggu ini , kiranya hikmat Tuhan diberikan pada mereka dan orang tua;
- Mendoakan pelaksanaan PAAT malam ini , kiranya berlangsung dengan baik dan setiap peserta diubahkan oleh Firman Tuhan.
