“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.”
(Ams. 16: 32)
Pada suatu hari, ada seseorang sedang bepergian dengan naik kereta api di malam hari. Pada saat masuk ke dalam kereta api, didapati kursi yang bernomorkan tiket yang dipegang sudah ada yang menemati. Ia menunjukkan tiketnya dan meminta orang yang menempatinya untuk menempati sesuai nomor tiket yang dimilikinya, tetapi orang tersebut tidak mau. Dengan sabar pemegang tiket itu menempati tempat duduk yang tidak sesuai dengan tiketnya atas perkenan kondektur kereta api.
Peristiwa tersebut di atas merupakan kejadian sederhana, tetapi dalam kesederhanaan itu kita melihat kesabaran yang luar biasa. Pemegang tiket itu berhasil menang mengalahkan emosinya, sementara sang “dungu” yang menempati kursi itu kelihatannya menang, tetapi sebenarnya ia dihujat dalam hati oleh banyak orang yang melihat dan mendengarnya. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.” (Ams. 16: 32). Kesabaran merupakan sikap terpuji yang dihasilkan oleh kedekatan hubungan dengan Tuhan (buah roh, seperti yang tertulis dalam Gal. 5: 22). Orang yang sabar tidak mudah marah, tidak lekas terpancing apabila dipanas-panasi, dalam mengambil sikap dan tindakan selalu didasari atas pertimbangan yang matang, tidak terburu-buru. Dalam kesabaran ada pengendalian diri yang kuat dan tidak gegabah dalam bertindak.
Orang yang demikian disebutkan dalam firman Tuhan melebihi seorang pahlawan, melebihi orang yang merebut kota. Pahlawan perang selalu sabar dalam menanti kemenangan demi kemenangan, ia tidak mudah menyerah apabila dalam keadaan terdesak. Dengan sabar menantikan waktu yang tepat untuk kembali ke medan perang. Hasilnya …. mereka dapat merebut kota, karena kesabaran yang dimilikinya. Orang yang sabar, sukacita dan kepuasan hidupnya melebihi pahlawan yang menang perang.
Kebenaran firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk mengembangkan sikap sabar dan pengendalian diri yang baik, segala hasrat dan nafsu, harus dapat kita kendalikan. Betapa bahagianya jika kita mampu mengalahkan orang lain tanpa melakukan tindak kekerasan, tetapi karena bersikap sabar dan pengendalikan diri yang baik. Kesabaran dan pengendalian diri merontokkan pertahanan musuh-musuh kita. Inilah yang disebut menang tanpa mengalahkan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI01032021)
Pokok Doa:
- Mendoakan gembala sidang Pdt. Radik Irianto & keluarga, asisten gembala sidang Pdt. Agus Panrimo & keluarga, Pdt. Em. Julianus Tarapa & keluarga, para diakon (Dkn. Mosen & keluarga, Dkn. Paul Poli & keluarga, Dkn. Raymon & keluarga, Dkn. Hariono & keluarga)serta para pekerja yang ada di gereja;
- Mendoakan untuk persiapan para murid SM yang akan ujian ke jenjang selanjutnya , kiranya hikmat Tuhan diberikan pada mereka dan orang tua;
- Mendoakan proses vaksinasi Covid 19 bagi lansia berjalan dengan baik dan para lansia diberi kesehatan.
