“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
(Galatia 5:22, 23)
Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa sabar itu merupakan buah Roh. Roh Kudus akan melatih kita untuk sabar terhadap diri kita dan melalui kita untuk kemuliaan Tuhan. Itulah yang Tuhan kehendak bagi kita. Ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, pada saat itu juga kita diselamatkan dan Roh Kudus ada dalam hidup kita sehingga kita memperoleh keyakinan bahwa kita berkenan kepada Tuhan. Kita menjadi milik Allah. Kita menjadi anak-anak Allah.. Jadi Roh Kudus tidak hanya memimpin kita kepada keselamatan dalam Kristus Yesus, tetapi Roh Kudus juga melengkapi kita untuk melakukan berbagai hal sesuai dengan rencana-Nya.
Ketika Anda memikirkan hal tersebut di atas, dan menghadapi berbagai persoalan dalam hidup, mari mengevaluasi diri apakah Anda bisa sabar menghadapi persoalan dalam hidup Anda? Sabar adalah pemberian Allah, bukan suatu hasil dari usaha kita. Firman Tuhan menyatakan kepada kita bahwa sabar adalah buah Roh: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu“ (Galatia 5:22, 23). Jadi betapa pentingnya mengetahui dan mengerti bahwa Roh Kudus mengerjakan kesabaran dalam hidup kita.
Pemazmur dalam Mazmur 27:14 berkata: “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Apa maksud ayat ini? Ketika kita menantikan Tuhan, kita memerlukan kekuatan dan kesabaran. Acapkali ketika kita harus mengambil suatu keputusan dalam hidup kita, dalam keluarga kita, dan dalam pekerjan kita, kita merasa tegang memikirkannya. Firman Tuhan berkata sabar dan nantikanlah Tuhan. Sering kita tidak sabar sehingga keputusan dan tindakan yang kita ambil membawa akibat yang fatal dalam hidup kita bahkan untuk keluarga kita. Contohnya Abraham. Dia tidak sabar menantikan janji Tuhan, sehingga ia menuruti nasihat Sarai istrinya untuk mengambil Hagar orang Mesir itu menjdi istrinya. Satu contoh lagi, Raja Saul tidak sabar menantikan imam Samuel ketika dia diserang oleh orang Filistin. Ia memberanikan diri mempersembahkan korban bakaran yang seharusnya dipersembahkan oleh Imam. Akibatnya sangat buruk, Allah tidak lagi berkenan kepadanya (1 Samuel 13: 1-14).
Dalam Mazmur 37:1-8 Daud menulis: “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan”.
Dalam perjalanan hidup kita, sering kali kita mengalami seperti yang disebutkan oleh pemazmur ini. Kita marah dan merasa tidak adil mengapa orang orang yang tidak mengenal Kristus hidupnya nyaman dibandingkan dengan kita yang setia kepada Tuhan tetapi hidup kita diliputi dengan berbagai kesulitan. Firman Tuhan menasihatkan agar kita tidak marah. Tetaplah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Jauhi marah. Jangan irihati. Sebaliknya percayalah kepada Tuhan. Tetap setia kepada-Nya dan melakukan yang baik sesuai dengan firman-Nya. Berdiam diri dan menantikan Tuhan bertindak. Dengan kata lain BERSABARLAH. Tuhan juga menjanjikan bahwa jika kita sabar menantikan Dia, Tuhan sendirilah yang akan menyatakan yang terbaik bagi kita.
“Tetapi engkau, hai manusia Allah, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, KESABARAN dan kelemah-lembutan” (1 Timotius 6:11).
(JET26022021)
Pokok Doa:
- Doakan Gereja agar tetap bertumbuh melalui pelayanan Gembala Sidang, Asisten Gembala Sidang dan Pdt. Emeritus dan juga para Diakon;
- Berdoa bagi Pendeta yang sedang mengajar kelas persiapan baptisan, agar Firman Tuhan tertanan dalam hati dan para calon baptisan;
- Doakan para penginjil maupun misionaris yang tetap semangat dalam memberitakan Firman Tuhan baik atau tidak baik waktunya.
