“Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” Ada yang berkata benar, dialah ini.” Orang itu sendiri berkata: Benar, akulah itu.” Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” Lalu mereka berkata kepadanya: “Dimanakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.” Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.”
(Yoh. 9:8-14)
Tidak bisa dipungkiri, sesuatu yang baru atau yang berbeda dari biasanya, pasti akan membuat banyak orang heran dan bertanya-tanya. Tidak jarang sesuatu yang baru tersebut akan menimbulkan perbantahan baik itu yang sifatnya negatif maupun positif. Fakta menarik sebagai contoh untuk kita adalah kisah seorang buta yang sejak lahir disembuhkan Tuhan Yesus dalam Yohanes 9:1-40. (Alangkah baiknya jika kita membacanya!). Contoh Alkitab lainnya yang membuat banyak orang heran dan bertanya-tanya adalah ketika Naomi kembali ke Betlehem, kampung halamannya, maka orang-orang situ gempar dan bertanya, “Naomikah itu?” (Rut 1:19). Ada juga kisah ketika raja Saul bernubuat ditengah kumpulan para nabi, orang-orang menjadi heran dan bertanya, “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?” (1 Sam. 10:10-12). Ketika Yesus ke Nazaret dan mengajar dengan perkataan yang penuh hikmat, orang-orang bertanya dengan keheranan, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” (Mat. 13:53-58).
Dan sekarang giliran si buta sejak lahir. Ketika dia bisa melihat, maka orang-orang pun bertanya dengan heran, “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” Mungkin dalam bahasa kesehariannya mereka berkata demikian, “Kalau melihat badan dan wajahnya sih dia itu tetangga kita yang pengemis dan buta, tapi kok tidak buta lagi ya?“ Tanda tanya mereka sungguh masuk akal, sebab biasanya mereka melihat yang bersangkutan dalam kondisi buta tanpa harapan, dengan tangan yang terulur ke depan mengharapkan pemberian orang lain. Sekarang mereka melihatnya dalam keadaan bisa melihat dan berjalan-jalan normal!
Menarik untuk memperhatikan respon dari si buta sejak lahir itu. Dia tidak berlama-lama membiarkan mereka dalam perbantahan satu dengan yang lainnya. Dengan tegas dia menjawab, “Benar, ini aku.” Tetapi, jawabannya ini justru menimbulkan pertanyaan lanjutan, dimana orang-orang bertanya tentang siapa yang telah menyembuhkannya itu. Tanpa ragu dia pun menjawab bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya. Sedikitpun tidak ada usaha untuk menutupi Yesus dari orang-orang Yahudi. Bahkan bagaimana cara Yesus membuatnya menjadi melek pun dia ceritakan dengan gamblang. Dia pasti tahu hari dimana dia disembuhkan adalah hari Sabat. Dan dia juga tahu bahwa tindakan Yesus di hari Sabat akan menimbulkan pertanyaan besar bagi orang Yahudi. Dengan demikian, Yesus akan terancam kalau identitasnya sebagai pembuat mujizat di hari Sabat dibeberkan. Bukan hanya Yesus, tetapi dirinya pun akan terseret dalam “kasus” ini. Tetapi, sukacita yang ada di dalam hatinya tidak sanggup membendung mulutnya untuk menyaksikan tentang Yesus dan kuasa-Nya yang telah diperbuat-Nya bagi dia bagi lingkungannya. Dan tentunya orang buta yang telah mengalami perjumpaan dengan Kristus itu layak disebut mengingat dan memasyhurkan Allah.
Sekarang mari kita merefleksi diri kita masing-masing! Dan tentu hasil refleksi itu, kita menemukan banyak hal dalam diri kita masing-masing bahwa kita seseungguhnya sudah mengalami banyak kebaikan dari Tuhan, mulai dari jamianan keselamatan jiwa kita sampai kepada hal-hal materi dan jasmani. Tidak ada alasan bagi kita untuk menutupi siapa yang telah memberi jaminan keselamatan dan berkat-berkat itu. Kita harus mengingat dan memasyhurkan Tuhan Yesus Kristus dengan kesaksian pribadi sampaikan bahwa Tuhan Yesus-lah yang menjamin keselamatan dan berkat-berkat kepada kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP04022021)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini untuk membenahi perekonomian dampak Pandemi yang berkepanjangan di Negeri ini melalui UKM bantuan modal usaha dapat menumbuhkan perputaran ekonomi berkembang dan hasilnya berguna untuk masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK dalam menjalankan Visi Misi nya Tuhan pimpim dalam pelaksanaanya berjalan lancar semua organisasi dan kepanitiaan dapat berkerja sama untuk keperluan GerejaNya;
- Doakan Jemaat Pemuda Pemudi yang sedang mencari pasangan hidup biar mendapatkan pasangan hidup yang se Iman sehati sehingga menjadi sukacita dlm keluarganya.
