“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.”
(Mazmur 62:2-3)
Tema renungan gereja kita minggu ini adalah: Allah Sanggup Menjadi Penolong Dalam Kesesakan. Tema ini sangat menarik. Semua orang pasti memerlukan pertolongan pada saat menghadapi kesesakan. Kesesakan berarti antara lain: kesulitan, kesukaran atau kekurangan. Orang yang diharapkan dapat memberi pertolongan adalah orang yang mempunyai daya atau kuasa, kapasitas yang melebihi dari orang yang memerlukan pertolongan itu. Pribadi yang mampu memberikan pertolongan itu adalah Allah.
Mengapa Allah sanggup menjadi penolong kita? Dalam Mazmur 62 (baik sekali bila Anda bisa membaca seluruh Mazmur 62 ini) Raja Daud memberikan kesaksiannya mengapa Allah sanggup menjadi penolong yang dapat diandalkan. Raja Daud menghadapi orang-orang yang berusaha menjatuhkan dia dari kedudukannya. Musuh-musuhnya memperlakukan dia seperti tembok yang hampir roboh. Mereka adalah pendusta. Mulut mereka memberkati tetapi hati mereka mengutuk.
Dalam kehidupannya, Daud seringkali diperlakukan tidak adil. Pada masa remajanya, orang tuanya tidak memperhitungkan dia. Kakak-kakaknya menganggap dia hanya cocok menjadi gembala dan bukan sebagai prajurit. Walaupun dia telah diurapi menjadi pengganti raja Saul, tetapi dia dikejar-kejar oleh Saul yang bermaksud membunuhnya. Bahkan anaknya sendiri, Absalom berusaha untuk merampas kerajaan sang Ayah. Dalam kesulitan yang bertubi-tubi menerpa hidupnya, Daud mengalami bahwa hanya dekat Allah dia bisa merasa tenang.
Dalam Mazmur 62 ini Daud menyebutkan beberapa alasan mengapa Allah sanggup menolongnya. Daud berkata:
- Allah adalah “keselamatanku” (2a; 3a; 7a; 8a). Dialah yang telah menyelamatkan Daud dari binatang buas ketika menggembalakan domba-dombanya. Dialah yang menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya.
- Allah adalah “gunung batuku” (3a; 6; 7). Ketika raja Saul mengejar-ngejar Daud untuk membunuhnya, Daud mencari tempat bersembunyi untuk berlindung. Dan Daud bersembunyi di dalam gua batu.
- Allah adalah “Pemberi ketenangan” (2; 6). Lihat pernyataan Daud dalam Mazmur 23: 2-3: “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
- Allah adalah “Harapanku” (6 b). Ketika Saul dan prajuritnya berikhtiar membunuh Daud, mereka berbanyak orang sementara Daud hanya sendiri. Satu-satunya Pribadi yang bisa menolongnya hanyalah Allah. Kepada Allah-lah Daud mengharapkan pertolongan. Dan Daud tidak kecewa, Allah memang menolongnya.
- Allah adalah “Kemuliaanku” (8 b). Bagi Daud, Allah-lah yang memberikan kepadanya kemuliaan sehingga mendudukkannya diatas kursi kerajaan, Allah yang menjadikan Daud menjadi raja yang paling berhasil memimpin bangsa Israel. (Bacalah Pujian pengagungan raja Daud kepada Allah yang telah menentukan Daud menjadi raja: ( 2 Samuel 7: 18- 29.)
- Allah adalah “Perlindunganku” (8; 9). Daud sudah benar-benar mengalami bagaimana Allah melindunginya, jadi dengan mantap Daud berkata: “tempat perlindunganku ialah Allah”. Kepada siapakah kita berlindung? Allah dapat menjadi tempat perlindungan kita (Mazmur 62:9).
- Allah adalah “sumber kuasa” (12) Daud mengakui bahwa segala kuasa yang dia miliki berasal dari Allah
- Allah adalah “Kota bentengku” (6: 3, 7) sebagai seorang raja yang berperang untuk melawan musuh-musuhnya, Daud meyakini bahwa Allah jugalah yang melindungi dia sebagai kota yang berbenteng kokoh, tidak bisa ditembus musuh.
- “daripada-Nyalah kasih setia” (13). Sejak muda Daud telah mengalami pertolongan Tuhan, dalam melindungi hewan gembalaannya dari binatang buas, dalam mengalahkan Goliat yang menghina Allah Israel. Dari sejak muda Daud hidup dekat Tuhan, selalu bersandar kepada Tuhan dan taat kepada Tuhan. Ketika kemudian Daud menjadi raja dan kerajaannya kuat dan kokoh atas pertolongan Tuhan, Daud memuji Tuhan bahwa IA adalah Allah yang setia memberkati dan mengasihi umat/anak-anak-Nya: “Dari pada-Mu juga kasih-setia ya Tuhan”.
Kalau kita memerhatikan segala yang diucapkan oleh Daud, maka tidak ada pribadi manapun yang pernah ada, yang sekarang ada bahkan yang akan datang, yang mempunyai kemampuan sama seperti Allah. Karena itu Daud menasihati: Janganlah percaya kepada keinginan yang tidak berkenan kepada Allah misalnya korupsi, (Mazmur 62:11): “Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya “.
Percayalah kepada DIA karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pertolongan yang sejati : “Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya”, (12)
(JET29012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan semua perkesekutuan orang yang percaya kepada Yesus di NKRI tetap terjaga dan saling menguatkan khususnya persekutuan yang ada di GBIK dan jemaatnya baik yang diselenggarakan oleh gereja maupun pribadi atau keluarga;
- Mendoakan nilai-nilai luhur NKRI yang ada sejak dahulu tetap terjaga ditambah dengan hukum kasih yang diajarkan Tuhan Yesus dimana jemaat menjadi agen dari hukum kasih itu sendiri menjaga keutuhan NKRI;
- Mendoakan para lansia, untuk tetap produktif dan terjaga imannya melalui persekutuan yang ada, semangat dalam menjalani hidup dan menjadi berkat buat sekelilingnya.
