“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa”
(2 Kor. 4:8)
Dari hari ke hari, persoalan demi persoalan kehidupan umat manusia sepertinya semakin melilit. Covid-19 semakin mengganas dan merajalela sehingga mengancam kesehatan dan nyawa jutaan umat manusia, keterpurukan ekonomi semakin terasa, alam seakan sudah tidak bersahabat dengan manusia sehingga dimana-mana terjadi bencana alam, belum ditambah persoalan-persoalan sepele antar hubungan pribadi dengan keluarga, teman kantor, atau bahkan sesama teman sepelayanan. Sungguh ini bisa membuat kita putus asa dan menyerah terhadap keadaan padahal sebagai anak-anak Tuhan kita semua harus percaya bahwa kita pasti menang karena Allah adalah kekuatan dan perlindungan kita (Mzm. 46:2-12 – Khotbah Hari Minggu, 24 Januari 2021).
Apapun yang terjadi dalam hidup kita meskupun itu sangat berat, janganlah kita berputus asa sebab putus asa itu berasal dari hati yang meragukan Allah dan kuasa-Nya. Kita harus kuat dan yakin bahwa bersama Tuhan ada kemenangan. Dan tentunya kemenangan itu berasal dari hati yang percaya akan Tuhan dan kuasa-Nya. Firman Tuhan dalam Amsal 24:10 berkata demikian: “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”. Mari kita melihat contoh nyata dalam Alkitab peristiwa Daud ketika melawan Goliad. Secara logika Daud bukanlah lawan Goliad. Goliad seorang tentara yang handal, sedangkan Daud hanyalah seorang gembala tetapi rupa-rupanya Daud dengan mudah mengalahkan Goliad itu. Harus kita ketahui Saudara, sesungguhnya Daud dapat mengalahkan Goliad bermula dalam hatinya yang memiliki keyakinan teguh bahwa Allah Daud yang akan mengalahkan Goliad. Dan bukti kemenangan Daud terungkap dalam kalimatnya: “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu…..” (1 Sam. 17:45-47). Sungguh ini menjadikan pelajaran berharga buat kita semua sebagai anak-anak Allah bahwa masalah dan kuasa apapun di luar kuasa Allah dapat dihadapi jika Allah ada di hati kita melalui firman-Nya (Mzm. 119:32) dan melalui Roh-Nya (Yes. 61:1-3), oleh sebab itu jaga hati dan pikiran kita supaya mampu menang dan tidak berputus asa dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, karena jalan hidup kita ada pada hati kita (Ams. 16:9), hati kita menggambarkan siapa diri kita (Ams. 27:19), serta mati dan hidup kita sesungguhnya ada pada hati kita (Ams. 17:22). Itu sebabnya Allah harus berada di hati kita.
Jadi Saudara, penulis mengajak kita semuanya untuk kembali kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan melalui kuasa Roh Kudus berkuasa di dalam hati kita sehingga kita tidak tawar hati ketika menghadapi segala persoalan hidup yang terjadi, sebab jika Allah ada di hati kita dan berkarya dalam diri kita, kita memiliki hati yang tetap dan penuh percaya kepada Allah (Mzm. 112:7). Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP28012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan gembala sidang Pdt. Radik Irianto & keluarga, asisten gembala sidang Pdt. Agus Panrimo & keluarga, Pdt. Em. Julianus Tarapa & keluarga, para diakon (Dkn. Mosen & keluarga, Dkn. Paul Poli & keluarga, Dkn. Raymon & keluarga, Dkn. Hariono & keluarga)serta para pekerja yang ada di gereja;
- Mendoakan untuk keberagaman yang ada di Indonesia baik suku, agama, ras dan antargolong dapat hidup damai dan berdampingan bukan digunakan untuk kepentingan yang memecah belah NKRI;
- Mendoakan vaksinasi Covid 19 berjalan dengan baik dan memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut dengan baik sehingga banyak orang yang dapat terhindar dari pandemi Covid 19 tersebut.
