“Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya”
(2 Sam. 22: 7)
Firman Tuhan hari Minggu kemarin tanggal 24 Januari 2021 membicarakan tentang peran besar Allah dalam kesesakan manusia. Tuhan berperan sebagai pelindung, benteng, batu karang yang memberi perlindungan umat-Nya. Bagaimana cara kita mendapat perlindungan dan kekuatan dari Tuhan di saat kesesakan itu? Marilah kita belajar dari seorang raja besar Israel yakni raja Daud.
Dalam 2 Sam. 22: 1 dikatakan, “Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.” Artinya 2 Samuel 22 ini dituliskan setelah Daud sebagai seorang raja Israel, dapat bernafas lega, karena sudah terbebas dari ancaman raja Saul ataupun raja-raja lain yang berusaha untuk mengalahkannya. Itu juga berarti bahwa Daud telah merasakan situasi dan kondisi yang benar-benar membuat dirinya tenang. Situasi dan kondisi itu menjadikan Daud begitu yakin bahwa TUHAN adalah segala-galanya bagi hidupnya. Beberapa istilah yang dituliskannya tentang peran TUHAN terhadap dirinya adalah sebagai: (1) bukit batu, (2) kubu pertahanan, (3) kubu penyelamat, (4) Allah (5) gunung batu, (6) tempat berlindung, (7) perisai, (8) tanduk keselamatan, (9) kota benteng, (10) tempat pelarian, (11) juruselamat, dan (12) penyelamat dari kekerasan. (2 Sam. 22: 2-3).
Apa yang dilakukan Daud menghadapi berbagai kesesakan hidup yang datang menerpanya? Daud melakukan dengan datang kepada TUHAN dengan cara “berseru kepada-Nya”. Ini menunjukkan keyakinannya kepada TUHAN yang sangat kuat sehingga mengalahkan hal lain yang ada dalam dirinya. Dan luar biasanya dia merasakan/melihat bahwa TUHAN mendengar seruannya dari tempat kudus-Nya, seruannya masuk ke “telinga TUHAN.” Inilah yang dimaksud dengan betapa hebatnya kuasa seruan (doa) yang disampaikan dengan ketulusan dan kesungguhan hati.
Betapa besar kasih dan perhatian Allah kepada hamba-Nya itu, dan pasti juga kepada kita semua umat kesayangan-Nya. Keteladanan Daud dapat mengilhami kita dalam menghadapi kesesakan yang setiap saat bisa terjadi dalam hidup kita. Dalam situasi apapun yang kita hadapi, menyenangkan atau tidak menyenangkan, hendaknya kita tetap senantiasa berseru/berdoa kepada-Nya. Dia Allah yang Mahatahu dan Mahadengar sehingga pasti tahu dan mendengar seruan kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI25012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan memburuknya pandemi Covid-19 di Indonesia, karena ketidak-pedulian kita. Kurangnya menerapkan protokol kesehatan;
- Mendoakan para korban kecelakaan dan bencana alam yang terjadi;
- Mendoakan para hamba Tuhan dan keluarganya yang terkena Covid-19.
