“Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”
(Yer. 32:17)
Bagi banyak orang yang sedang dalam menghadapi persoalan hidup yang tidak kunjung usai, kuasa Allah itu dianggap sesuatu yang abstak. Namun Allah rindu untuk menyatakan kuasa-Nya bagi setiap orang percaya saat mereka menghadapi hal-hal yang kelihatannya mustahil seperti yang dinyatakan kepada nabi Yeremia: “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” (Yer. 32:17). Sekarang ini ada banyak masalah yang tak terselesaikan, penyakit yang tak dapat disembuhkan, hati yang kecut dan tawar, serta kehidupan rohani yang terpisah dari Allah. Kita memerlukan kuasa Allah (Mukjzat Allah )dalam menyelesaikannya. Namun Allah dalam hikmat-Nya tidak berperan sepenuhnya dalam menghadirkan mukjizat. Allah juga rindu manusia mengupayakannya dengan beberapa hal berikut ini, antara lain:
- Kerelaan diri untuk berubah. Banyak orang tidak melihat bahkan merasakan mukjizat Allah karena mereka tidak bersedia untuk berubah dari cara hidupnya yang lama. Mereka menolak mengubah cara kerjanya yang sudah tidak efisien lagi. Mereka merasa selalu nyaman dengan apa yang sudah dilakukan, dan lain sebagainya. Namun, ada juga banyak orang yang menapaki kebahagiaan karena mereka rela menerobos sesuatu yang tidak menyenangkan untuk mengalami hal-hal baru dalam kehidupan, seperti yang pernah dilakukan oleh Abraham. Jadi jika saja ia tidak tinggalkan kampong halaman dan keluarganya, maka ia tidak melihat banyak pertolongan Tuhan dan tidak menyandang predikat yang sangat terhormat, yaitu “Bapa orang percaya”.
- Mampu bertahan dalam menghadapi kesukaran. Ada orang Kristen yang mundur, lemah, tawar hati, dan putus asa saat menghadapi kesukaran. Tentu sikap yang demikian telah menghambat mereka dalam melihat dan mengalami kuasa Allah. Allah menyatakan kuasa-Nya saat kita menghadapi hal-hal yan g sukar dan mustahil, seperti halnya Musa, ia melihat berbagai mukjizat dan pertolongan Tuhan sejak di Mesir, keluar dari Mesir, dan menuntun bangsa Israel dalam perjalanan 40 tahun di padang gurun. Jadi karena Musa mampu menghadapi kesukaran dan penderitaan ia menagalami mukjizat Tuhan (Ibr. 11:24-25)
- Ketaatan terhadap Firman Allah. Ada satu hal yang juga harus senantiasa kita ingat untuk kita mengalami mukjizat Allah, yaitu ketaatan. Pada saat rasul Patrus taat pada undangan Tuhan Yesus, ia berjalan di atas air (Mat. 14:29), pada saat bangsa Israel taat pada perintah Allah, mereka melihat tembok Yerikho roboh (Yos. 6), pada saat Naaman taat pada perintah nabi Elisa, ia sembuh dari sakit kustanya (2 Raj. 5), pada saat janda Sarfat taat pada perintah nabi Elia, ia tertolong dari kematian (1 Raj. 17), dan masih banyak contoh Alkitab dan saudara-saudara seiman kita yang mengalami kuasa Tuhan oleh karena ketaatannya kepada Allah. Ini berarti, ketaatan adalah bukti iman kita kepada kuasa Allah. Dan Yesus Kristus, Allah kita yang Mahakuasa sangat menghargai iman dan ketaatan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
(AP19012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan lingkungan sekeliling kita, supaya taat dan sadar akan bahaya pandemi covid 19 serta mendoakan untuk yang terkena dalam penanganan dan pemulihannya;
- Mendoakan warga negara Indonesia supaya tidak berpikiran negatif terhadap program kerja yang ditetapkan tetapi mendukung atau menanggapi secara baik dan membangun;
- Mendoakan pelayanan rumah sakit -rumah sakit Baptis yang ada dalam pengelolaan dan dana untuk menghadirkan kasih kristus di tengah masyarakat.
