“Sesudah mendengar semuanya itu banyaklah dari murid-murid Yesus yang berkata: ”Perkataan ini keras, siapakah yang akan sanggup mendengarkan-Nya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?””
(Yoh. 6:60-61)
Ada beberapa orang yang memiliki iman yang kuat, sehingga badai topan segede apapun tidak akan menggoncangkan imannya. Tetapi ada sedikit orang percaya yang imannya masih dangkal, hanya karena perkataan kecil yang tidak berkenan dalam dirinya, menyebabkan dia undur dari persekutuan dan menggoncangkan imannya. Rupanya kita ada perkataan-perkataan tertentu yang dapat menggoncangkan iman orang percaya.
Dalam Yohanes 6:25-59, ketika Tuhan Yesus mengajar banyak orang yang mencari-Nya, menyampaikan perkataan-perkataan keras kepada mereka. MIsalnya dalam Yoh. 6: 25-26 disebutkan, “Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.”” Dua ayat itu merupakan percakapan banyak orang dengan Tuhan Yesus, di mana orang banyak menyapa dan berbicara dengan sopan kepada Tuhan Yesus, tetapi Dia menjawab dengan keras. Demikian juga ayat-ayat selanjutnya Tuhan Yesus juga berkata keras kepada mereka.
Mendengar perkataan-perkataan keras tersebut, orang banyak yang mendengar perkataan pengajaran tersebut bersungut-sungut (tercatat juga dalam ayat 41). Bersungut-sungut dalam arti mengomel sendiri, berbicara sendiri dengan maksud menentang, atau mengeluh. Rupanya bersungut-sungut adalah sikap penolakan terhadap sesuatu atau perkataan-perkataan yang tidak diharapkan didengarnya. Pengajaran Kristus, jika tidak dimengerti, tidak diterima dengan iman, menyebabkan menjadi bersungut-sungut, melakukan penolakan secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini sangat mendukakan hati Tuhan, sehingga perlu kita tekan seminim mungkin, supaya kita tidak mudah bersungut-sungut karena perkataan-pekataan kecil yang kita dengar.
Sejarah bangsa Israel penuh dengan berkat Allah, penuh dengan sungut-sungut sebagai penolakan terhadap sesuatu yang dilakukan Allah yang tidak sesuai dengan harapannya. Hal yang pertama haruslah senantiasa kita syukuri, sementara hal yang kedua hendaknya kita menjauhkan diri dari hidup kita, sehingga hidup kita makin berkenan kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI06012021)
Pokok Doa:
- Mengucap syukur untuk tambahan 1,8 juta vaksin covid-19 yang sampai di Indonesia. Kiranya Allah menolong segala proses persiapan bahan vaksin dan distribusinya;
- Pertolongan Tuhan untuk beberapa wilayah Indonesia yang mendapat curah hujan tinggi dan terdampak bencana banjir. Kiranya Pemda dapat tanggap bencana dan masyarakat yang terkena dapat segera dipulihkan;
- Program kerja Gereja cabang, TPW & BPW agar selaras dan mendukung Visi Misi GBIK 2021 demi pertumbuhan iman bersama.
