“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
(Luk 2:14)
Pada saat penciptaan, Allah melihat semuanya itu baik. Allah memberkati manusia agar dapat berkembang biak, mengusahakan dan memelihara taman yang sudah diciptakan. Tetapi manusia pertama Adam dan Hawa telah jatuh dalam dosa. Sejak saat itu dosa sudah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan dosa itu adalah maut. Demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa ( Roma 5:12 ).
Sejak saat itu dunia yang telah jatuh ke dalam dosa cenderung berbuat kejahatan secara sadar atau tidak sadar. Manusia merasa mereka adalah makhluk yang paling sempurna dan bisa menguasai dunia, tetapi kejahatan terjadi dimana-mana. Kejahatan moral dan natural yang silih berganti seperti pencurian, penipuan, kebanjiran. Dan yang terjadi sekarang ini adanya pandemi virus corona. Semua ini akibat dosa.
Karena itu kedamaian adalah hal yang sangat diinginkan oleh manusia. Dengan berbagai cara manusia mencari kedamaian, baik pribadi, keluarga dan negara. Namun apa yang diusahakan manusia kedamaian sejati tidak kunjung terjadi. Kita berpikir bahwa kedamaian bersumber dari luar diri, tetapi faktanya kedamaian intinya bersumber dari dalam diri, yaitu dari hati dan pikiran yang memancar keluar. Bila hati kita terjaga baik, kita akan memiliki damai sejahtera yang memampukan untuk mengambil keputusan yang benar. Oleh sebab itu kita harus selalu melekat kepada Yesus. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” ( Yohanes 15:5 ).
Melalui Yesus, dosa-dosa kita yang dahulu sudah dipulihkan hubungan kita dengan Allah. Seperti rasul Paulus katakan pada kitab Effesus pasal 2 ayat 14 : “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”. Inilah kebutuhan yang sangat mendasar dari manusia berdosa. Yesus tidak hanya membawa damai tetapi menganugerahkan damai sejahtera kepada kita yang percaya kepada-Nya. Damai sejahtera diberikan kepada orang yang cenderung diperkenan oleh-Nya.
Kita orang yang sudah percaya dituntut untuk menjauhkan segala kemarahan, kedengkian dan dendam. Kita harus lebih erat bersekutu dengan Tuhan melalui persekutuan kasih dan suka cita bersama saudara seiman. Kedamaian yang memancar dari persekutuan akibatnya akan tidak terhingga. Berbahagialah kita yang membawa damai karena kita akan disebut anak anak Allah ( Matius 5:9 ).
Tuhan Yesus memberkati.
(MS02012021)
Pokok Doa:
- Mari mengucap syukur atas Gereja Baptis Indonesia Kebayoran yang telah melaksanakan kegiatan dan upacara selama tahun 2020 dan mengucap syukur atas berkat dan kasih Tuhan Yesus dalam mengawali tahun 2021 kita terus dukung supaya tetap bertumbuh;
- Mengucap syukur atas setiap jemaat GBIK yang setia dalam kegiatan-kegiatan Gereja;
- Mengucap syukur Negara kita Bangsa Indonesia dan para pemimpin yang bijaksana mengambil keputusan, mari kita dukung agar tetap ada Damai Sejahtera.
