“Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya.”
(Yes. 32:17)
Di dalam dunia ini akan selalu diperhadapkan dua hal yang tidak bisa disatukan, ada siang ada malam, ada kesombongan ada kerendahhatian, ada kekerasan ada kelembutan, ada ketenangan ada keributan, ada kebenaran ada ketidakbenaran dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut menjadikan setiap orang untuk menentukan pilihan, mana yang mesti dijadikan dasar dalam melangkah dalam hidupnya.
Dalam ayat tema SRHI 30 Desember kali ini membahas tentang hubungan antara kebenaran dengan damai sejahtera. Ada hubungan erat di anatara keduanya, yakni kebenaran akan menghasilkan damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman selama-lamanya. Sebaliknya jika tidak ada kebenaran maka damai sejahtera itu semakin jauh kehadirannya, ketenangan sulit diwujudkan, ketentraman makin menjauh dari kehidupan. Itulah sebabnya maka sangat diperlukan terwujudnya kebenaran dalam kehidupan di dunia ini.
Pada umumnya tidak ada seorang pun yang tidak merindukan kebenaran yang berujung pada kedamaian, ketenangan dan ketentraman hidup. Mengapa dunia ini tidak segera terwujud keadaan yang demikian itu? Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, mungkin karena ketidakmengertian manusia, mungkin karena keserakahan manusia, mungkin juga karena unsur kesengajaan manusia demi kepentingan pribadinya. Agar kedamaian segera terwujud, maka masing-masing orang harus menyadari segera menghindari penyebab-penyebab tersebut dijauhkan dari diri masing-masing. Yang tidak mengerti harus berusaha mengerti, yang serakah berusaha mengerem keserakahannya dengan mencari berkat secukupnya, yang sengaja mengutamakan kepentingan diri sendiri, harus menyadari bahwa hal tersebut tidak baik untuk kepentingan bersama.
Lukas menulis dengan jelas dalam Lukas 2: 14, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Puji Tuhan, jika semua orang dalam sepak terjangnya dalam hidup ini berorientasi kepada kemulian bagi Allah, dan itu pada hekekatnya adalah kebenaran, maka kedamaian, damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman, segera kita nikmati bersama dalam kehidupan ini. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI30122020)
Pokok Doa:
- Doakan Gereja agar dapat menjalankan kegiatan-kegiatan menjelang akhir tahun agar berjalan dengan aman dan damai;
- Berdoa bagi jemaat yang bepergian atau pulang kampung agar tetap diberi kesehatan dan terhindar dari covid19;
- Mari kita doakan pemerintahan kita dalam mengantisipasi kegiatan akhir tahun agar tetap dapat dipantau oleh aparat keamanan.
