“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”
(Galatia 4:6-7)
Pertama-tama penulis mengucapkan Selamat Hari Natal. Natal adalah peristiwa yang sangat penting. Kelahiran Kristus membawa perubahan besar dalam hidup setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus). Selama bulan Desember ini kita sedang merenungkan siapakah Bayi Yesus yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, bahwa Dia adalah: “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. Ada satu bagian yang sangat penting yang dinyatakan secara spesifik oleh Yesaya, yaitu karakter dan sifat hidup serta pelayanan Yesus. Inilah yang dinubuatkan sang nabi: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya”. Dalam bahasa Inggris: “For unto us a child is born, unto us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: –> Yesus yang lahir sebagai pemberian Allah itu mempunyai kekuasaan. Tuhan Yesus menyatakan kepada Filipus: “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan–Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri”.
Hari ini kita akan merenungkan Yesus sebagai Bapa yang kekal. Nubuat ini menyatakan bagaimana hubungan kita dengan Yesus. Yesus menjadi Bapa itu berarti kita yang percaya kepada-Nya menjadi anak-anak Allah. Sebutan Allah sebagai Bapa adalah sebutan yang sangat penting dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, Dalam Mazmur 68:5-6 Pemazmur menulis: “Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus”. Tuhan Yesus sering kali menyebut Allah sebagai Bapa-Nya. Dalam Injil Yohanes saja, Tuhan Yesus menyebut Allah sebagai Bapa sebanyak 156 kali. Dalam Roma 8:15 Rasul Paulus menulis: “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Jadi ketika kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, ada perubahan besar terjadi dalam kehidupan kita. Salah satu yang terjadi adalah kita menjadi Anak-anak Allah. Status kita berubah, kita menjadi pewaris. Hal ini dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam Galatia 4:4-7: “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah”.
Puji Tuhan. Luar biasa bukan? Anda menjadi anak-anak Allah. Dahulu Anda berseteru dengan Allah, sekarang Anda menjadi sahabat Allah. Status Anda berubah. Dahulu anak-anak kegelapan, sekarang menjadi anak-anak terang. Dosa Anda diampuni dan menjadi pewaris kerajaan Allah. Anda dapat datang kepada Allah kapanpun Anda memeerlukan Dia. Allah memperlakukan kita sebagai anak kesayangan-Nya. Tuhan Yesus bersabda: “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11)
Pernahkah Anda merenungkan status yang Anda miliki sejak Anda percaya dan menerima Yesus Kristus dalam diri Anda? Jika belum, Mari baca Renungan ini sekali lagi, perhatikan kata-kata Tuhan Yesus dan apa artinya dalam hidup Anda. Sudahkah Anda mengucap syukur atas status dan kehidupan Anda dalam Kristus ini? Jika belum, mari ucapkan syukur sekarang . . . .
(JET25122020)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam berjuang bersama masyarakat untuk memutus penyebaran virus Corona di Indonesia dengan pertolongan Tuhan dapat segera terselesaikan faksinasi secara global dlm keadaan Aman;
- Doakan GBIK dalam mengelola keuangan Gereja dapat menyusaikan keadaan persembahan yang masuk , bisa mencukupkan sesuai kebutuhan Gereja;
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia memberikan perpuluhan persembahan kepada Tuhan walaupun situasi dan kondisi belum stabil tetap memberi dengan hati yang tulus untuk pekerjaan Tuhan di Gereja Nya.

Amin