“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”
(Kolose 1:19-20)
Sungguh luar-biasa nubuat Nabi Yesaya ketika dia menubuatkan bahwa bayi yang akan lahir itu adalah seorang putra. Dia lahir untuk kita, umat manusia, dan nama-Nya akan disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yang dinubuatkan akan lahir itu adalah seorang putra. Dia adalah Penasihat Ajaib, Dia juga adalah Allah yang Perkasa, Dia adalah Bapa yang Kekal dan Dia juga Raja Damai.
Minggu lalu kita telah merenungkan Yesus sebagai Penasihat Ajaib. Hari ini mari merenungkan Yesus sebagai Allah yang Perkasa. Dia dilahirkan sebagai seorang putra. Hal tersebut menyatakan bahwa Dia adalah manusia, tetapi Dia juga adalah Allah yang Perkasa. Jadi hal ini menjelaskan bahwa Yesus adalah manusia seutuhnya (seratus persen) dan juga Yesus adalah seratus persen Allah, = Allah seutuhnya.
Dalam Surat Kolose 1:15-23 Rasul Paulus memaparkan bentuk kemahakuasaan Yesus:
- (1:15) Yesus Mahakuasa karena Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Allah yang tidak kelihatan itu menyatakan diri-Nya kepada kita di dalam Kristus Yesus. Tuhan Yesus bersabda kepada Filipus: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Yohanes 14:9).
- (1:16 Yesuslah yang menciptakan segala sesuatu, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Ketika kita membaca Kitab Kejadian 1 dan 2 perihal bagaimana bumi dan segala isinya diciptakan, penciptaan itu menyatakan kepada kita Kemahakuasaan Sang pencipta. Allah menciptakannya hanya dengan berfirman dan semuanya jadi. Kemudian ketika manusia diciptakan, Allah berkarya membuat manusia dari debu tanah lalu menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya lalu manusia itu hidup.
- (1:17) Yesus sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia tidak diciptakan oleh siapapun. Dia adalah pencipta.
- (1:18) Yesus adalah yang sulung. Dialah Yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dia lebih utama dari segala sesuatu. Dalam Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian baru ada juga orang mati yang kemudian dihidupkan kembali. Tetapi mereka tidak ada sampai sekarang, karena pada saatnya, mereka juga mereka mati lagi. Hanya Yesus-lah yang mati, lalu bangkit dan hidup untuk selama-lamnya.
- (1:19-20) Kemahakuasaan Yesus nyata dalam karya penyelamatan-Nya. Melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib, darah-Nya menyucikan kita dari dosa-dosa kita. Kita yang dahulu jauh dan menjadi musuh Allah, di dalam Yesus Kristus kita sekarang dekat dengan Allah, bahkan menjadi keluarga Allah.
Sekarang mari melihat beberapa hal yang Yesus lakukan ketika Dia menyatakan diri-Nya di dunia ini. Suatu saat Yesus berlayar di danau bersama murid murid-Nya. Tiba-tiba angin taufan mengamuk di danau itu sehingga perahu mereka mulai penuh dengan air. Waktu itu Tuhan Yesus sedang tidur di buritan. Murid-murid itu ketakutan lalu membangun Tuhan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Tuhan Yesus bangun lalu menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam dan Tenanglah” . Angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali. Murid murid menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya” (Markus 4: 35-41).
Angin dan danau taat kepada-Nya karena Yesuslah yang menciptakannya. Apakah ada taufan mengganggu hidup Anda atau gelombang sedang menerpa damai sejahtera Anda? Datanglah kepada Yesus. Yesus adalah Allah yang Perkasa. Dia sanggup meredakan badai dan menenteramkan gelombang yang menerpa hidup Anda.
Sekarang mari perhatikan ketika Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus. Lazarus sakit dan saudara-saudaranya memanggil Yesus. Yesus datang setelah Lazarus meninggal, dan sudah dibaringkan dalam kubur 4 hari. Ketika Yesus meminta agar batu penutup kubur itu diangkat, saudaranya berkata kepada Yesus: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah 4 hari ia mati”. Namun setelah batu penutup itu diangkat, Yesus berdoa, dan IA berseru dengan suara nyaring: “Lazarus marilah keluar!” dan orang yang sudah meninggal 4 hari itu datang keluar (Yohanes 11: 1-44) . Lazarus hidup lagi, Yesus-lah yang menghidupkan-nya kembali sebab Yesus adalah Allah yang Perkasa, Yesus sanggup memberi hidup.
Saudara-saudara, dalam peristiwa itu Yesus berkata: “Barang siapa yang percaya kepada-Nya (kepada Yesus) ia akan melihat kemuliaan Allah, dan ia tidak akan mati untuk selama-lamanya” (Yohanes 11:40, 26).
(JET18122020)
Pokok Doa:
- Dukungan doa bagi seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju dan jajarannya agar bekerja secara jujur, akuntabel dan produktif;
- Kinerja KPK selama masa pandemi kiranya dapat terus berjalan dengan baik sehingga penanganan dan pencegahan kasus korupsi berjalan optimal;
- Persiapan Natal Gabungan SM GBIK (19 Desember 2020 pukul 15.00 WIB) dan natal masing-masing kelas SM dapat berjalan dengan baik.
