“Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Kata Maria kepada malaikat itu: ”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.””
(Lukas 1:30, 34, 35, 38)
Berjumpa dengan malaikat Tuhan adalah suatu hal yang sangat istimewa apalagi perjumpaannya itu bukan terjadi karena sambil lalu melainkan sengaja ditemui oleh malaikat Tuhan secara khusus (pribadi). Dan tentunya orang yang dijumpai malaikat Tuhan itu adalah pribadi yang berkenan dihadapan Allah sebab ketika Maria dijumpai malaikat Tuhan ia disebut orang yang beroleh kasih karunia Allah (Luk. 1:30). Dalam Injil Lukas 1:26-38 ada sebuah kisah yang sangat menarik dan istimewa untuk kita perhatikan. Dia adalah seorang wanita yang bernama Maria dari desa Nazaret dan dari keluarga sederhana tetapi ia mendapat pengalaman hidup yang istimewa. Lalu dimana letak keistimewaanya?
Jawabannya sangatlah jelas, Pertama: Maria adalah satu dari sekian banyak wanita yang ada pada waktu itu yang dapat berjumpa dengan malaikat Tuhan (ay. 28), karena berjumpa dengan malaikat Tuhan bukanlah hal yang biasa dialami oleh seorang Yahudi apalagi seorang wanita. Kedua: Perjumpaan Maria dengan malaikat Tuhan adalah untuk membawa dan menyampaikan pesan dari Allah Sang Penasihat Ajaib kepada Maria, yaitu bahwa ia harus mengandung bayi Tuhan demi keselamatan manusia di bumi (ay. 30-33) meskipun ia belum bersuami (ay. 34), dan masih perawan yang baru bertunangan dengan Yusuf (ay. 27).
Perlu kita renungkan baik-baik Saudara, kalau kita hanya sekilas melihat kisah ini dari sudut pandang Maria telah berbahagia karena mendapatkan kasih karunia Allah (ay. 30, 48) mungkin ini telah menjadikan banyak wanita yang iri kepadanya pada waktu itu. Mungkin pula mereka bertanya-tanya: “Mengapa kok Maria yang dijumpai malaikat Tuhan dan dipilih Tuhan untuk mengandung bayi Kristus, bukannya aku atau yang lainnya? Memangnya apa kelebihan Maria?” Untuk menjawab pertanyaan ini, ada satu hal menarik yang mungkin tidak mereka atau kita sadari. Dan inilah yang harus kita belajar dari Maria adalah bahwa ia bukan hanya menerima senangnya saja seperti yang mungkin dipikirkan banyak wanita pada waktu itu, melainkan ia juga tahu resikonya yang sangat besar karena tunduk kepada perintah Allah Sang Penasihat Ajaib (ay. 34). Tetapi apapun resikonya yang akan terjadi, Maria tetap patuh dan tunduk pada perintah Tuhan Sang Penasihat Ajaib yang disampaikan melalui malaikat-Nya (ay. 38b). Menariknya lagi adalah ia siap bukan hanya menerima perintah-Nya, melainkan ia juga mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan meskipun nyawa adalah taruhannya.
Dan inilah alasan mengapa Maria mau tetap tunduk dan mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan Sang Penasihat Ajaib, Pertama: Maria menyadari bahwa ia seorang hamba Tuhan (ay. 38a). Seorang hamba haruslah taat kepada tuannya, apalagi seorang hamba Tuhan, berarti segala apa yang diperintahkan Tuhannya harus dilakukan. Kedua: Maria sadar bahwa sebagai hamba Tuhan yang baik bukan hanya taat pada perintah-Nya, melainkan juga harus setia sampai akhir sesuai dengan komitmennya (ay. 38b). Banyak hamba atau orang yang pada mulanya taat kepada perintah tuannya meskipun itu sudah mengadakan satu kesepakatan dan perjanjian tetapi banyak pula hamba atau orang itu pada akhirnya tidak taat kepada tuannya karena banyak dan beratnya tantangan yang terjadi selama mengabdi. Tetapi bagi Maria adalah sekali sepakat dan janji untuk bersedia kepada Tuhan, maka ia harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan tugas itu sampai selesai meskipun banyak tantangan dalam dirinya bahkan nyawanya sekalipun. Ketiga: Maria sadar bahwa ia seorang berdosa dan memerlukan Juruselamat (ay. 47). Maria dipilih Tuhan untuk mengandung bayi yang kudus bukan karena ia seorang yang kudus, tanpa cela dan dosa (seperti anggapan beberapa orang, golongan atau aliran tertentu karena pemahaman konsep dosa keturunan), tetapi ia juga menyadari bahwa ia adalah seorang yang berdosa dan memerlukan keselamatan sehingga ia mau mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan dengan cara mau menerima dan tunduk kepada perintah Tuhan untuk mengandung-Nya (ay. 30-33).
Dari kisah Maria di atas, maka dengan ini kita menjadi sadar bahwa ketertundukkan sebagai hamba Tuhan dan mempersembahkan hidup kita bagi Tuhan tidaklah mudah, tetapi tetap harus kita lakukan sampai Tuhan memanggil kita kemabli karena itu adalah bentuk pengabdian dan tanggungjawab kita sebagai orang yang sudah ditebus-Nya. Amin, selamat menyambut dan memperingati Natal 2020. Tuhan Yesus memberkati.
(AP10122020)
Pokok Doa:
- Doakan Jemaat yang terkendala dalam mengikuti acara² Gereja secara Online, kiranya iman mereka terus dikuatkan dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan;
- Doakan setiap guru² Sekolah Minggu baik dari Asuhan sampai Dewasa Senior kiranya Tuhan beri hikmat dalam mengajar secara Online;
- Doakan Masyarakat Indonesia slalu ingat akan protokol kesehatan dan bersedia melakukannya setiap hari.
