“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati”
(Ibrani 11:4)
Di kalangan umat kristen, ada beberapa orang yang berbeda pendapat dalam hal pelayanan. Pelayanan yang dimaksud di sini adalah pelayanan yang hanya dilakukan oleh pendeta, diakon, organisasi, panitia dan guru sekolah minggu. Jemaat tidak dikategorikan sebagai pelayan.
Dalam Alkitab jelas bahwa setiap orang Kristen sudah dilahirkan baru. Setiap orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan bertobat sudah menjadi milik Kristus. Dengan demikian kita tidak menjadi hamba dosa melainkan anak sebagai ahli waris oleh Allah. Sudah tentu kita sebagai anak turut apa yang diperintahkan oleh Kristus sebagai Bapak. Yesus sebelum naik ke Sorga pada Kitab Matius 28: 18-20 memberikan pesan dan perintah yang merupakan Amanat Agung. Pesan, perintah disampaikan kepada murid muridNya untuk dilaksanakan. Pesan ini harus dilaksanakan oleh setiap umat kristen yang sudah memiliki hidup Kristus, bukan hanya pendeta saja.
Sebagai pelayan tentu kita mengharapkan menjadi pelayan yang berkenan dan dipakai Tuhan.
Bagaimana caranya pelayanan yang diperkenankan dan dipakai oleh Tuhan? Apakah kita harus menjadi pendeta, pengurus gereja?
Dalam pasal Kejadian pasal 4 disebutkan setelah manusia jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa mempunyai anak yang bernama Kain dan Habel. Mereka sudah dewasa dan masing-masing mempunyai pekerjaan. Kain menjadi petani dan Habel sebagai gembala kambing domba. Suatu saat Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya itu sebagai korban persembahan kepada Tuhan.
Habel juga mempersembahkan anak sulung kambing dombanya, yang dagingnya gemuk gemuk. Maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya. Tetapi Kain dan persembahannya tidak diindahkan oleh Tuhan. Mengapa demikian, padahal mereka sama2 berbuat baik memberi persembahan?
Beberapa hal yang dapat kita lihat dalam pelayanan sebagai berikut :
- Pelayanan dengan iman yang benar
- Pelayanan sesuai kehendak Allah.
- Pelayanan mau berkorban.
Tuhan menerima persembahan Habel karena dia menghampiri Allah dengan iman yang benar dan pengabdian kepada kebenaran ( Ibr 11:4 ).
Persembahan Kain ditolak karena ia tidak memiliki iman yang taat dan perbuatannya jahat ( Kej 4:6-7 ). Allah berkenan atas persembahan dan ucapan syukur hanya apabila kita sungguh-sungguh berusaha hidup benar sesuai dengan kehendak-Nya.
Habel memberikan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya seperti tertulis pada Alkitab : maka haruslah kau persembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kau punyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN. ( Kel 13:12 ).
Bahwa orang yang mendapat kebaikan dari Allah harus bersiap menghadapi iri hati dan dengki dari dunia. Kematian Habel dan Allah menunjukkan perhatianNya kepada mereka yang menderita karena ketaatan kepada kebenaran. Penderitaan mereka diketahui Allah, dan pada suatu hari Dia akan bertindak bagi mereka demi keadilan dan membinasakan semua kejahatan.
Layanilah Tuhan dengan Iman yang benar, sesuai kehendak Tuhan dan mau berkorban. Maka Tuhan berkenan terhadap kita dan persembahan pelayanan kita. Kita dapat melayani kapan saja, dimana saja, dengan tenaga, dengan apa yang sudah kita hasilkan. Tuhan akan mengindahkan iman dan persembahan pelayanan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS07112020)
Pokok Doa:
- Persatuan dan kesatuan NKRI dapat terus terjaga melalui toleransi keberagaman. Kiranya Indonesia dijauhkan dari kelompok-kelompok anarkis yang ingin memecah persatuan bangsa;
- Proses edukasi masyarakat mengenai covid-19 melalui media sosial kiranya dapat berjalan dengan baik, dijauhkan dari berita bohong dan konten negatif;
- Kesetiaan dan komitmen jemaat mendukung program pelayanan GBIK dalam pemberian persembahan dan perpuluhan.
