“Kepada keempat orang muda itu, Allah memberikan pengetahunan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi”
(Dan. 1: 17)
Kisah empat orang muda Yehuda yang bernama Daniel, Hananya, Misael dan Azarya yang tertulis dalam kitab Daniel adalah kisah patriotik rohani yang tinggi. Dikatakan demikian karena mereka berjuang secara patriotik bukan dalam dunia peperangan senjata, tetapi berjuang melawan tindak kekerasan rohani yang dialaminya. Dalam segala tindakannya mereka berempat tetap setia kepada iman keyakinannya, sehingga terluput dari bahaya yang mengancamnya.
Pertama-tama mereka berhasil menghadapi tantangan dengan tetap tidak makan makanan yang diyakininya menajiskan. Pada waktu diuji Nebukadnezar, mereka berempat bersama orang-orang muda Babel lainnya yang dipersiapkan menjadi pemimpin di sana, Daniel dan teman-temannya terbukti lebih cerdas dan bijak dari yang lainnya. Bahkan Nebukadnezar sendiri mengatakan kecerdasan mereka sepuluh kali lipat dari yang lainnya. (Dan. 1: 18-20).
Pada waktu Nebukadnezar bermimpi dan meminta orang pandai, orang berilmu, ahli sihir dan lain-lainnya untuk menceritakan mimpi dan maknanya, semua tidak ada yang mampu melakukannya. Daniel datang dengan penuh keyakinan dan akhirnya mampu menebak mimpi dan makna mimpi Nebukadnezar tersebut dengan benar. (Dan. 2: 26-47). Daniel mendapat penghargaan tinggi dengan diangkatnya sebagai penguasa atas wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijak di Babel (Dan. 2: 48). Sementara ketiga sahabatnya, Sadrakh, Mesakh dan Abednego (nama Babel dari Hananya, Misael dan Azarya), atas permintaan Daniel oleh Nebukadnezar diserahkan kepada mereka pemerintahan wilayah Babel (Dan. 2: 49). Mereka menjadi lebih hebat dibandingkan orang pandai lain yang dipersiapkan Nebukadnezar, bukan kehebatan mereka, tetapi karena Tuhan yang menganugerahkan pengetahuan, kecerdasan dan kebijaksanaan kepada mereka.
Daniel dan ketiga rekan lainnya bisa menjadi orang kepercayaan Nebukadnezar karena komitmen mereka untuk tetap menjaga kekudusan hidupnya, tetap menjaga ketaatan terhadap perintah-Nya. Mereka adalah contoh orang muda yang berkomitmen tinggi, sehingga Tuhan menempatkan sesuai dengan komitmennya. Mari orang-orang muda dan yang masih berjiwa muda, apakah Anda sudah memiliki komitmen seperti mereka? Yakinlah pada akhirnya Tuhan selalu berpihak kepada orang yang berkomitmen. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI07102020)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia panca pengesahan RUU Cipta Kerja yang sudah di syahkan menjadi Undang Undang dapat di edukasikan kepada Perusahaan, Tenaga Kerja, Buruh, dan dapat dilaksanakan dengan baik tidak timbul demonstrasi yang menganggu keamanan;
- Doakan GBIK dalam memberitakan Injil tetap semangat di masa pandemi Covid 19 di beri hikmat Tuhan berani melangkah melalui rencana dan strategi agar berjalan sesuai kehendak Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK tetap disiplin menjaga kesehatan dan taat protokol kesehatan dimasa Pandemi Covid 19 tetap sehat.
