“Tetapi Paulus memiih Silas, dan sesudah diserakan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan, berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ”
(Kis. 15:40-41)
Dalam setiap pelayanannya, Paulus selalu disertai seorang atau beberapa orang muda. Dalam perjalanan pengabaran Injil pertama, ia bersama Barnabas didampingi oleh Yohanes Markus (Kis. 13: 5). Dalam perjalanan pengabaran Injil kedua, Paulus didampingi oleh Silas seperti yang tertulis dalam ayat nats kita hari ini. Tercatat dalam Alkitab beberapa orang muda yang pernah menyertai Paulus dalam pelayanannya adalah Titus (2 Kor. 8:23), Timotius (Kis. 16: 1-3).
Pertanyaan besar timbul dalam pikiran kita, mengapa Paulus selalu menyertakan orang muda dalam pelayanannya? Hal ini pasti tidak lepas dari pandangan Paulus tentang potensi yang ada pada diri orang muda. Silas adalah seorang pemuda anggota gereja di Yerusalem yang diutus untuk membawa surat jawaban atas perselisihan yang terjadi di gereja Antiokhia, sekaligus diberi kewenangan untuk memberi penjelasan secara lesan. Silas dan Yudas (Barsabas) adalah dua ornag muda yang terpandang di gereja Yerusalem (Kis. 15:22-27). Dari penjelasan tersebut Paulus melihat adnya potensi besar pada diri Silas dalam hal kecakapannya, tanggung jawabnya, kemampuan komunikasinya, dan tidak kalah penting yaitu kondisi rohani serta pertumbuhannya. Sedangkan dalam diri Timotius, Paulus melihat adanya potensi besar karena keyakinannya bahwa iman Timotius hidup dan bertumbuh pesat melalui pengajaran dan teladan iman dari neneknya – Lois -, dan ibunya – Eunike -. (2Tim. 1: 5-6).
Potensi orang muda dalam pelbagai hal sangat besar. Potensi itu akan bertumbuh dengan baik jika yang bersangkutan memiliki kerinduan untuk mengembangkannya, serta mendapat dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Di sinilah peran yang dimainkan Paulus, mendukung dan memberi kesempatan potensi anak rohaninya tersebut untuk bertumbuh secara maksimal melalui pelayanan bersama yang dijalaninya.
Menyadari akan hal tersebut diatas, maka layaklah kita memberi kesempatan seluas-luasnya kepada orang muda untuk mengembangkan diri dalam pelayanan. Beri kesempatan mereka memulai dan mengembangkan bidang-bidang pelayanan yang diminatinya. Jangan biarkan potensi itu layu sebelum berkembang, jangan biarkan potensi itu berkembang menyimpang dari harapan kita bersama. Ingatlah selalu, dari masa ke masa pertumbuhan secara maksimal dimulai dari orang muda, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin pada saatnya nanti. Tuhan Yesus memberkati.
(RI05102020)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah dalam menghadapi gelombang unjuk rasa, tuntutan tuntutan tetap waspada tetap dapat menampung aspirasi bertindak bijaksana humanis tidak menimbulkan masalah baru dan petugas lapangan tidak terprovokasi sabar tenang sehingga tidak menggangu keamanan dan ketertiban roda Pemerintahan;
- Doakan GBIK dalam melayani jemaat berduka, jemaat yg sakit, jemaat yang menghadapi pergumulan hidup yg berat melalui Pendeta Diakon dan Panitia yang ada dapat menjadi perpanjangan Tangan Tuhan dapat membantu dengan baik;
- Doakan Jemaat yang sedang mengalami ketegangan hidup menghadapi situasi dan kondisi saat ini tidak jenuh, lelah, dan patah semangat Tuhan tetap memberikan kekuatan untuk menghadapi nya.
