“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
(Ef 5:15-16)
Waktu adalah masa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Jenis-jenis pengukur waktu atau satuan yang kita kenal adalah detik, menit, jam, hari, minggu dstnya.
Dalam kitab Efesus 5:16 Rasul Paulus berkata “pergunakanlah waktu yang ada……”, yang berarti Kesempatan, yaitu suatu jangka waktu tertentu, bisa panjang dan bisa pendek/singkat. Waktu itu begitu penting dan tidak akan terulang lagi dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Kita sudah mengetahui beberapa tokoh yang sudah menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Seperti kita lihat dari kitab Lukas 19: 1-6.
Ada seorang yang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai dan ia seorang kaya. Sebagai seorang yang kaya dan sekaligus memiliki kedudukan, Zakheus memiliki segalanya yang memungkinkan ia memerintah dan merasa bahagia. Tetapi Zakheus tetap merasa ada sesuatu yang kurang dalam kehidupannya.
Ketika ia mendengar berita tentang kedatangan Tuhan Yesus ke kota Yeriko, ia berusaha untuk melihat Yesus,. Dia telah mendengar selama ini berita tentang perkara-perkara hebat yang Tuhan Yesus kerjakan dimana banyak orang yang sakit disembuhkan, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar dan bahkan orang mati dibangkitkan.
Akhirnya Zakheus pun bertemu dengan Tuhan Yesus bahkan menerima keselamatan.
Zakheus menggunakan kesempatannya yang dimilikinya dengan baik. Karena setelah itu, Tuhan Yesus tidak akan datang lagi ke Yerikho. Saat itu Tuhan Yesus dalam perjalanan menuju Yerusalem dan di Yerusalemlah Tuhan Yesus disalibkan. Tuhan Yesus hanya lewat di Yerikho. Kesempatan itulah yang digunakan oleh Zakheus.
Paulus menasehatkan bahwa orang percaya harus berlaku arif dengan menggunakan kesempatan yang ada. Kita dahulu manusia lama sekarang manjadi manusia baru, percaya kepada Tuhan Yesus.
Hari-hari ini adalah jahat. Kita sebagai orang percaya hidup di tengah-tengah lingkungan yang menganggap dosa itu sebagai sesuatu yang biasa.
Kita orang percaya adalah orang yang tahu Tuhan Yesus akan datang kembali tetapi kapan tepat waktunya kita tidak tahu. Untuk itu mari kita pergunakan waktu yang ada untuk sesuatu yang bernilai sesuai kehendak Tuhan, antara lain adalah :
- Bersaksi, mengabarkan Injil.
- Mendidik, dengan dasar ajaran Yesus bertumbuh untuk meningkatkan kerohanian.
- Melayani Tuhan dan melayani sesama serta menjalin relasi yang baik dengan sesama.
- Bersekutu, menjalin hubungan dengan sesama dan kesatuan dalam kasih Kristus
- Berbakti, taat mempercayakan kepada pimpinan-Nya.
Roh Kudus yang akan menolong dan memimpin kita, mari kita menggunakan setiap kesempatan yang ada selama masih hidup didunia ini. Tuhan Yesus memberkati.
(MS19102020)
Pokok Doa:
- Doakan Presiden dan Wakil Presiden, para Mentri Kabinet bersatu padu di dalam menangani krisis kesehatan, krisis ekonomi di beri hikmat Tuhan dalam mengambil kebijaksanaan dan dapat dijalankan dengan baik;
- Doakan GBIK dalam masa PSBB tetap semangat, kreatif dalam menyusun acara demi acara dapat menggairahkan semangat Jemaat GBIK rindu bersekutu di dalam Tuhan;
- Doakan Jemaat GBIK yg memerlukan ,makan sandang, papan di saat-saat seperti ini tetap mengandalkan kuat kuasa Tuhan, tidak mudah terprovokasi tetap di beri ketekunan , kesabaran dan hikmat Tuhan tetap memimpin dalam hidupnya.
