“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”
(1 Petrus 5:8-11)
Surat 1 Petrus 5 yang merupakan penutup dari surat pertama Rasul Petrus, berisikan salamnya dan juga nasihat-nasihatnya kepada para Penatua /Gembala Sidang /Pendeta. Juga terselip nasihat bagi orang-orang muda. Dalam nasihatnya ini Rasul Petrus mengingatkan para pembacanya – termasuk kita juga saat ini – untuk sadar dan berjaga-jaga karena kita mempunyai musuh. Musuh yang sangat ganas, selalu siap menyerang untuk menghancurkan. Rasul Petrus mengingatkan kita semua dengan menulis: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Peringatan Petrus ini mengingatkan kita sewaktu Tuhan Yesus di Taman Getsemani mengingatkan Petrus untuk berjaga-jaga dan berdoa supaya jangan jatuh kedalam pencobaan. Beberapa saat sebelumnya, Tuhan Yesus telah berkata kepada Petrus di meja perjamuan terakhir: “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum” (Lukas 22:31).
Lawan kita adalah Si Iblis. Petrus menggambarkan Iblis bagaikan singa yang mengaum-aum. Singa adalah binatang buas yang sering disebut raja hutan. Disebut demikian sebab singa adalah binatang yang sangat ditakuti oleh semua binatang kecuali buaya atau manusia yang bersenjata. Ketika singa menangkap mangsa, dia akan menerkam lalu mencengkeram mangsa itu dengan kukunya yang tajam dan kuat, dan giginya akan menerkam leher si mangsa sampai mati.
Rasul Petrus menyebut 4 hal tentang lawan kita tersebut, yaitu identitasnya/siapa dia, strateginya, wilayahnya dan kelemahannya. Lawan atau musuh kita itu adalah Si Iblis, dalam bahasa aslinya disebut diabolos artinya menyerang orang lain/ sangat aktif. Yesus berkata dia adalah pendusta dan bapa segala pendusta. Iblis adalah pembunuh manusia sejak semula (Yohanes 8:44). Alkitab juga kerap menyebut si musuh ini sebagai Setan, atau “daimonion” dalam bahasa aslinya. Ada nama lain lagi disebutkan dalam Alkitab: Si jahat, pembuat kejahatan,disebut Lucifer. Dia beraktifitas sepanjang kehidupan manusia sejak Kitab Kejadian 3 sampai Kitab Wahyu 21.
Sekarang mari lihat strateginya. Petrus berkata: “dia berjalan berkeliling mencari orang yang dapat ditelannya”. Iblis itu aktif, dia tidak tinggal diam, dia selalu mencari kesempatan untuk membinasakan orang. Dia ingin setiap orang masuk ke dalam penghukuman yang kekal. Dalam Yohanes 10:10 Tuhan Yesus berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan.” Iblis sangat tidak suka orang percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan.
Apabila strategi si iblis tidak berhasil, maka dia menyerang orang Kristen dengan cara melemahkan mereka dengan berbagai macam penderitaan dan pencobaan. Dia masuk melalui sakit penyakit, kesulitan ekonomi, bencana / malapetaka dan masih banyak lainnya. Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bertanya kepada saya. Dia menderita sakit sudah agak lama. Dia sudah berobat ke dokter, sudah berdoa dengan sungguh-sungguh. Melalui WA dia bertanya: “Apakah saya harus menderita?”
Itu strategi iblis melemahkan orang Kristen. Masa Pandemi ini iblis sangat bersemangat. Dia pasti giat berupaya melemahkan orang-orang Kristen. Pada bagian akhir ayat 8 Petrus mengingatkan kita: “sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama”.
Apa maksud peringatan itu? Kita harus selalu waspada !! Setiap orang, khususnya orang Kristen menjadi target si Iblis. Mengapa kita menjadi target serangan iblis? Karena kita adalah saksi Kemuliaan bagi Tuhan!! Walau demikian, kita tidak pelu takut. Ayat 9 memaparkan satu janji yang luar biasa “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya!” Hebat sekali, kita mempunyai Allah yang melengkapi kita, meneguhkan kita, menguatkan serta mengokohkan kita. Allah kita dengan ke-Mahakuasaan-Nya yang berlaku sampai selama-lamanya.
Mari mengisi waktu dengan tetap bergiat melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kita. Tetaplah yakin bahwa Tuhan melindungi dan mengokohkan kita.
(JET18092020)
Pokok Doa:
- Doakan Tahapan Pilkada serentak di masa pandemi agar dapat terlaksana dengan tertip aman tetap patuh dan taat aturan protokol kesehatan tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid 19 di Indonesia;
- Doakan GBIK tetap dalam pimpinan Tuhan dalam acara dan kegiatan yg di selenggarakan sesuai dengan hikmat Tuhan, menjadi berkat, menguatkan iman dapat menuntun hidupnya;
- Doakan Jemaat GBIK yg berdampak PSBB tetap semangat di dalam Tuhan untuk mencari nafkah demi kebutuhan keluarga nya dapat tercukupi.
