“Tetapi Petrus berkata: Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.”
(Kis. 3:6-7)
Tuhan menetapkan sehari 24 jam untuk setiap umat manusia, supaya dapat menggunakan waktu yang ada seefisien mungkin. Dengan demikian umat manusia dapat membagi waktu untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta, berkomunikasi dengan orang lain (masyarakat sekitar tempat tinggal, masyarakat di lingkungan kerja), dan berkomunikasi dengan keluarga terdekat. Orang bijak mampu memanfaatkan waktu yang ada secara seimbang sesuai dengan prioritas masing-masing.
Kisah Para Rasul 3:1-10 menceritakan bagaimana Petrus dan Yohanes akan melaksanakan komunikasi dengan Allah dalam Bait Allah, pada saat perjalanan menuju Bait Allah itulah mereka berkesempatan menggunakan waktu untuk berkomunikasi dengan sesama yang memerlukan pertolongannya. Ada seorang laki-laki lumpuh sejak lahir, setiap hari dibawa dan diletakkan di dekat pintu gerbang Bait Allah (Gerbang Indah) untuk meminta sedekah kepada setiap orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Pada saat Petrus dan Yohanes hendak masuk ke dalam Bait Allah, laki-laki lumpuh tersebut juga meminta sedekah kepada mereka. Kemudian Petrus berkata seperti yang tertulis dalam ayat nats hari ini. Apa yang terjadi kemudian? Petrus lalu memegang tangan kanan orang tersebut, dan mujizat terjadi saat itu. Orang lumpuh itu bisa berdiri, kuatlah kaki dan mata kakinya, dia lalu melonjak, berjalan kian kemari mengikuti Petrus dan Yohanes masuk Bait Allah dan terus memuji Tuhan.
Apa yang dilakukan Petrus dan Yohanes menunjukkan mereka dapat menggunakan waktu dengan baik dan sekaligus melakukannya untuk menolong orang yang sangat memerlukan bantuannya. Sebelum berkomunikasi dengan Allah dalam Bait Allah, mereka terlebih dahulu berkomunikasi dengan sesama melalui proses penyembuhan lelaki lumpuh tersebut di atas. Mereka menggunakan waktu dengan efektif sehingga bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain, terlebih bermanfaat untuk kemuliaan nama Tuhan.
Benarlah apa yang dikatakan Pemazmur, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm. 90: 12). Menghitung hari bukan sekedar menemukan jumlah hari yang dimiliki, tetapi juga akan menghasilkan hati yang bijak untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Petrus dan Yohanes sudah bijak menggunakan waktu untuk menolong orang lain, apakah kita sudah dapat menghitung hari-hari di mana kita dapat memakainya untuk menolong orang lain selain untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI16092020)
Pokok Doa:
- Doakan Uji Klinis dalam membuat vaksin Covid 19 di Indonesia berjalan lancar segera dapat di pergunakan mencegah penularan dan menangkal virus Corona yg sedang mewabah di Indonesia;
- Doakan Jemaat GBIK tetap terpelihara Iman dan Keyakinannya melalui Ibadah Live Striming,Jam Doa, Sekolah Minggu online Zoom;
- Doakan Ketua Organisasi dan Ketua Panitia yg ada di GBIK tetap setia tulus dan semangat dalam panggilan pelayananya dapat kerja sama untuk kemulyaan Tuhan.
