“Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka. Jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.”
(Kej. 6:13)
Ada beberapa kelompok orang pada umumnya baik yang mengatakan sebagai orang Kristen maupun non Kristen yang memberi komentar tentang keputusan Allah memnghancurkan bumi dan isinya melalui air bah pada zaman Nuh. Ada yang mengatakan bahwa Tuhan itu tega amat ya, menghabisi dengan cara keji manusia yang telah diciptakan-Nya, kalau hanya untuk dihancurkan, mengapa dulu diciptakan. Sementara ada pihak lain mengatakan bahwa Allah melakukan hal itu karena umat manusia yang diciptakan-Nya sudah menyimpang dari tujuan penciptaannya.
Mari kita lihat dari sudut pandang Allah, mengapa Dia memutuskan untuk merencanakan dan melakukan semua itu. “Adapun bumi ini telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.” (Kej. 6: 11-12). Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa bumi telah rusak. Mengapa bumi bisa menjadi rusak? Jawabannya jelas dalam bagian lain dari ayat tersebut yakni manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Hidup manusia yang rusak menyebabkan bumi yang ditinggalinya juga rusak.
Apa yang sudah dilakukan manusia saat itu sehingga dapat dikategorikan telah menjalankan hidup yang rusak? “Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.” (Kej. 6: 1-2). Rupanya ini yang menjadi kuncinya, manusia mengambil istri hanya berdasarkan pandangan mata saja, mereka tidak mempertimbangkan segi-segi lain yang lebih penting yakni kecantikan dari dalam, termasuk di antaranya apakah mereka mengenal Tuhan dengan baik seperti yang diharapkan Allah. Bagi umat Tuhan dilarang mengawini orang yang tidak percaya, sebab mereka akan dapat membawa umat Tuhan menyimpang dari hadapan Allah dan beribadah kepada allah lain (Ul. 7: 3-4).
Jelaslah sekarang mengapa Allah ingin melakukan apa yang tertulis dalam ayat nats tersebut di atas. Allah dengan otoritasnya atas dunia ini, atas waktu, memandang tepat waktunya untuk membinasakan dunia yag telah menjadi rusak itu. Pelajaran berharga dari otoritas Allah atas waktu ini adalah bahwa kita hendaknya tidak melakukan sesuatu yang membuat Allah murka, sehingga apa yang kita lakukan dapat memicu Dia melakukan sesuatu yang membuat kita tertekan atau bahkan jatuh tergeletak. Lakukanlah sesuatu yang menyenangkan hati Allah demi kepentingan seluruh umat manusia. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.
(RI14092020)
Pokok Doa:
- Mendoakan pelaksanaan kembali PSBB di Jakarta agar masyarakat DKI patuh aturan protokol kesehatan;
- Doakan Pemerintah Pusat dan Daerah dapat bekerja sama berkoordinasi untuk menangani Covid 19 yg semakin meningkat;
- Doakan Jemaat GBIK tetap mengandalkan kuat kuasa Tuhan dalam menyikapi keadaan saat ini tetap tenang bijaksana untuk menjalani kehidupan walaupun banyak tantangan.
