Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia. Sungguh pun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang
(Kis. 9:23-25)
Sering kita mendengar berita-berita melalui televisi, radio maupun media sosial yang lain, tentang kejahatan dunia yang tidak semakin berkurang. Tindakan-tindakan kekerasan fisik maupun psikis yang jelas-jelas membahayakan kehidupan orang, ada di depan mata kita. Ada orang-orang tertentu yang merasa hidup pada jaman sekarang sudah tidak aman lagi. Mereka membutuhkan penolong, penyelamat dari berbagai ancaman tersebut.
Apa yang dialami oleh Saulus – yang kemudian kita kenal dengan nama Paulus – dalam bacaan nats di atas, merupakan salah satu contoh ancaman kekerasan yang ditujukan kepada Paulus dalam menjalani kehidupannya. Syukur kepada Tuhan karena setelah pertobatannya yang istimewa saat perjalanan menuju kota Damsyik (Kis. 9: 1-19), Paulus menunjukkan ketegaran iman dan percayanya. Dia tidak takut sekalipun diancam. Mengapa dia tidak takut? Karena dia memiliki keyakinan yang dituliskannya dalam Flp. 4: 13, “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Itulah sebabnya Paulus tenang menghadapi ancaman tersebut di atas. Namun pada akhirnya murid-muridnya berhasil mengeluarkan Paulus dari kota Damsyik dengan cara menurunkan Paulus dari tembok kota dengan sebuah keranjang. (Kis. 9: 25). Berkali-kali Paulus lolos dari usaha pembunuhan atas dirinya dalam pelayanannya di berbagai kota. Itulah sebabnya dia meyakini Tuhan Yesus adalah penolongnya, penyelamatnya, sudah terbukti.
Pada masa sekarang pun kita dapat mendengar kesaksian-kesaksian hidup seseorang yang menguatkan, meyakinkan kita bahwa kasih dan kuasa Kristus dulu, sekarang dan selama-lamanya akan selalu ada. Jika kita belum merasakan kasih dan kuasa Tuhan Yesus yang menolong dan menyelamatkan, jangan-jangan kita tidak peka dengan pertolongan-Nya. Memang dalam hal seperti ini diperlukan kepekaan rohani dalam merasakannya. Bagaimana bisa memiliki kepekaan rohani yang baik? Jawabannya singkat dan jelas, yakni kita harus bergaul akrab dengan-Nya, Dia hanya sejauh doa. Benarlah seperti apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 18:3 (BIMK), “Tuhan seperti benteng yang kuat tempat aku berlindung. Allahku seperti gunung batu tempat aku bernaung. Seperti perisau Ia menutupi aku, dan menjaga aku agar aman selalu.” Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI17082020)
Pokok Doa:
- Mendoakan untuk masyarakat Indonesia di anugerahi hikmat mensyukuri kemerdekaan dengan takut akan Tuhan;
- Doakan hikmat Tuhan bagi Para Pendeta , Diakon dan Panitia gereja Yang melayani jemaat GBIK sesuai kehendak Tuhan Yesus;
- Mari berdoa untuk Bangsa Indonesia dalam menjamin keutuhan dan keamanan NKRI menuju Indonesia jaya.
