Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya
(Galatia 6:14-15)
Akhir akhir ini kita sering mendengar kata-kata “kita memasuki New Normal Life”. Apa arti New Normal Life? Untuk menghindarkan diri dari virus Covid-19 yang sekarang sedang merajalela kita harus menerapkan sikap hidup yang baru. Kalau sebelum pandemic ini kita tidak usah memakai masker, maka sekarang kita harus memakainya agar kita tidak tertular atau menularkan virus Covid-19. Kalau dahulu kita tidak mementingkan cuci tangan, maka sekarang kita wajib cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir selama 20 detik dan mementingkan kebersihan. Kalau dahulu kita bebas berkumpul dengan orang banyak, maka sekarang kita harus membatasi diri, menjaga jarak sekurang-kurangnya 2 meter dari orang lain. Singkat kata ada cara hidup yang baru, yang harus kita laksanakan agar dapat menghentikan ancaman virus Covid-19.
Judul renungan kita hari ini “Dalam Kristus Ada New Normal Life”, karena itulah yang digambarkan dalam firman di surat Galatia ini. Rasul Paulus sangat ingin menyatakan pentingnya berita yang akan dia sampaikan sehingga ia berkata bahwa Surat Galatia ditulisnya dengan tangannya sendiri. Sedemikian pentingnya sehingga dia menulis dengan huruf yang besar-besar (Galatia 6:11). (Bentuknya yang besar atau dalam istilah sekarang mungkin ditulis dengan huruf yang tebal “Bold” ya?)
Rasul Paulus heran sekali bahwa orang Kristen di Galatia sedemikian cepat beralih dari kepercayaan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Kristus Yesus. Mereka begitu cepat berbalik kembali ke ajaran bahwa Keselamatan tidak cukup hanya melalui iman kepada Kristus. Harus didahului dengan melakukan ritual Yahudi /Torat.
Ada satu ayat dalam Surat Galatia yang sering dipakai dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Ayat itu terdapat dalam Galatia 5:1: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”.
Ayat ini menyatakan bahwa oleh kasih karunia Allah, kita telah dimerdekakan dari kuasa dosa. Allah telah menyelamatkan kita melalui penyaliban Tuhan Yesus di atas kayu salib. Bagi Rasul Paulus dan bagi kita juga, penyaliban Tuhan Yesus merupakan peristiwa yang sangat berharga. Perhatikan pernyataannya dalam Galatia 3:13: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Kristus telah rela mengalami segala penderitaan untuk menanggung dosa kita. Dia rela mengalami segala siksaan dan penghinaan untuk memikul hukuman dosa kita. Karena itu Rasul Paulus berkata kepada orang Kristen di Galatia : “Jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”. Lebih lanjut Paulus berkata : “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi ciptaan baru itulah yang ada artinya” (Galatia 6:15). Pernyataan Rasul Paulus ini mengingatkan kita akan kata-kata Tuhan Yesus kepada wanita yang kedapatan berzinah, yang oleh para ahli Taurat dan orang Farisi wanita ini dibawa kepada Tuhan Yesus agar Ia menghukumnya . Karena jawaban Tuhan Yesus atas permohonan mereka tidak dapat mereka lakukan, para ahli Torat dan orang Farisi satu demi satu pergi meninggalkan tempat itu. Setelah tidak ada orang yang berani menjatuhkan hukuman terhadap wanita itu, Tuhan Yesus berkata kepada perempuan itu: “AKU pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yohanes 8:11) .
Sebagai pribadi yang telah diselamatkan melalui pengorbanan Tuhan Yesus, mari dengan tekun kita menjalani hidup baru “New Normal Life” bersama Kristus. Alkitab memberi kita beberapa protokol kesehatan New Normal Life dalam Kristus:
- “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu” (1 Petrus 1:15).
- “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat-pinggangkan kebenaran dan berbaju-zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Efesus 6:13-16).
- “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik” (Roma 12:9).
(JET14082020)
Pokok Doa:
- Mari kita berdoa bagi Gembala Sidang, Asisten Gembala dan Pdt. Em dan keluarga agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengerjakan pelayanan mereka. Tuhan melindungi setiap keluarga mereka dimanapun berada;
- Mari kita berdoa bagi panitia-panitia Gereja dalam memilih ketua yang baru dalam kepengurusan yang akan datang;
- Mari Berdoa bagi bangsa dan negara kita yang akan berumur 75 tahun agar tetap menjadi tanah air yang subur dan diberkati oleh Tuhan Yesus dengan berlimpah.
