Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
(Gal. 3:24-25)
Hukum Taurat adalah penuntun supaya kita dibenarkan di dalam iman kepada Kristus. Sebelum mengenal Kristus kita tidak mengerti tentang iman karena di dalam hukum Taurat berisi tentang aturan-aturan supaya kita tidak melanggar janji Tuhan dan mengalami kebinasaan, dan sebegitu lamanya sesudah Taurat itu ada, tidak ada yang sanggup melakukan hukum Taurat dengan sempurna (Yak. 2:10). Dalam Ibrani 10:1-4 juga dikatakan bahwa Taurat hanya memuat bayang-bayang keselamatan, tetapi di dalam Yesus Kristus ada keselamatan yang nyata. Dan sekarang penuntun/hukum Taurat itu telah digantikan oleh Yesus Kristus dan sebagai Imam Besar dan pengantara yang sanggup memperdamaikan kita umat Allah dengan Bapa di Sorga (Ibr. 2:16-18), maka jika kita beribadah janganlah hanya berpaku dengan aturan-aturan manusia, tetapi marilah kita beribadah dengan ketulusan hati yang sudah disucikan oleh korban Kristus. Sebab jika zaman Taurat, setiap kali untuk berdamai dengan Allah maka manusia harus membawa korban binatang, tetapi korban Kristus bagi manusia adalah sekali berkorban untuk selama-lamanya untuk menggantikan darah binatang. Ia sendiri berkata demikian bahwa Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa, karena darah binatang tidak dikehendaki (Ibr. 10:5-7) dan inilah kemurahan atau anugerah Tuhan yang diberikan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Sebagai tebusan Kristus, marilah kita sekarang ini lebih menghayati arti penebusan yang Kristus lakukan kepada kita terlebih disaat kita beribadah kepada Tuhan baik secara konvensional maupun sementara ini secara daring, karena jika kita beribadah tidak merasakan pengampunan dosa maka ibadah kita adalah sia-sia, sebab itu berdamai dengan Allah melalui darah Yesus Kristus sangatlah penting. Dan jika kita merasakan darah Penebusan Kristus, maka kita bisa diperdamaikan melalui pengakuan dosa dan pengampunan dosa. Perlu kita ingat juga, selama kita belum mengaku dosa, maka Imam Besar tidak bekerja di dalam kita, tetapi begitu ada pengakuan dosa maka ada campur tangan Yesus Kristus dalam hidup kita. Dalam Kolose 2:16-19 pula dikatakan bahwa ibadah yang kelihatan indah sangat teratur jika tanpa didasari korban Kristus maka akan sia-sia, tetapi ibadah yang benar tertuju kepada Yesus sebagai kepala dan didasari pelayanan Imam Besar, maka ibadah itu akan membawa pertumbuhan rohani yang luar biasa. Mari kita perkokoh iman kita kepada Kristus, supaya kita mengalami kemenangan iman, dimana kemenangan iman itu adalah terus meningkat kepada kasih terhadap sesama kita maupun kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP11082020)
Pokok Doa:
- Berdoalah bagi Gereja kita yang akan mengadakan rapat Perancang pada tgl 14 Agustus agar para anggota perancang dapat memutuskan segala hal dengan bijaksana;
- Berdoalah bagi jemaat yang saat ini masih kesulitan terutama orangtua dalam menghadapi anak-anak yang belajar dengan system PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh);
- Berdoalah bagi Bangsa kita terutama Dinas pendidikan dalam menghadapi masalah sekolah yang akan dibuka kembali.
