“Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.”
(Roma 8:12)
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sesungguhnya kita adalah orang-orang yang berhutang kepada Allah dalam hal “ketaatan” dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita. Ketika kita tidak taat, melanggar perintah-Nya dan jatuh dalam dosa kita berhutang kepada-Nya dalam hal “keadilan” namun segala usaha yang kita lakukan tidak sanggup membayarnya. Tetapi sebagai orang percaya kita tidak lagi berhutang kepada Allah dalam hal “keadilan”, karena Yesus Kristus telah membayar hutang umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Allah tidak menuntut kita apa yang telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus, karena ketika di kayu salib, Ia berkata: “sudah selesai”. Itu berarti semua hutang umat-Nya telah Ia selesaikan dan dihapus dari buku peringatan. Yesus Kristus telah memenuhi tuntutan keadilan Allah yang tidak dapat dilakukan oleh umat-Nya. Kuitansi pelunasan telah diberikan oleh-Nya sehingga kita tidak lagi berhutang pada Allah dalam hal “keadilan”. Namun, setelah hutang dosa telah lunas dibayar, hutang kita malah berlipat kali ganda dari hutang sebelumnya, yaitu kita telah berhutang kepada Allah dalam hal “kasih, rahmat, kemurahan dan kuasa-Nya” yang tak terbatas, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus mati di atas kayu salib bagi semua orang berdosa “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm. 6:4).
Betapa besar hutang kita kepada kasih, rahmat, kemurahan dan kuasa-Nya yang memelihara kehidupan rohani kita, sehingga kita tidak jatuh lagi dalam dosa sampai pada hari kedatangan-Nya yang kedua kali dan berada dalam keadaan tidak bercacat cela: “Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya” (1 Tes. 3:13). Sangat jelas saudara, jika kita renungkan firman Tuhan ini, betapa besarnya kita berhutang kepada kasih, rahmat, kemurahan dan kuasa-Nya yang telah memelihara kita dari serangan iblis yang berjalan berkeliling seperti singa untuk menelan kita “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti sibga yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Ptr. 5:8).
Mari kita sadar bahwa lawan kita tidak enteng, iblis dengan tipu dayanya dapat mengelabui siapa saja. Jika Adam dan Hawa dapat dikalahkan, bahkan Tuhan Yesus Kristus dicobai sampai tiga kali, tentunya tidak susah bagi iblis untuk mencobai kita. Kepada Allah kita berhutang budi, nyawa, serta segala rahmat, anugerah dan segala kebaikan-Nya yang telah mencukupi segala keperluan kita, maka persembahkanlah hidup kita sebagai korban yang hidup sebagai bagian kita bayar hutang kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati.
(AP02072020)
Pokok Doa:
- Mendoakan Para petugas kebersihan di lapangan serta ASN yang bertugas di lapangan terhindar dari virus covid;
- Mendoakan persiapan Rapat Kerja Panitia PI dan Para pendeta cabang;
- Mendoakan panitia SIL dalam pembagian paket untuk anak2x belajar.
