Bacaan 27 April 2026
2 Tawarikh 21-25
“Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.”
2 Tawarikh 21:20
Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama” – pepatah tersebut menekankan sebuah makna yaitu manusia yang telah meninggal dunia akan tetap dikenang berdasarkan jasa, perbuatan, atau karakter yang ia tunjukkan semasa hidupnya. Dan didalam kisah ini kita akan melihat sebuah kisah tragis dimana nama seorang raja tidak dikenang dengan baik bahkan sengaja dilupakan.
Kisah Yoram dimulai saat ia menjadi raja menggantikan ayahnya Yosafat yang wafat. raja Yoram sebenarnya memiliki “modal” hidup yang luar biasa karena ia adalah putra Yosafat, salah satu raja terbaik Yehuda. raja Yoram menerima kerajaan yang stabil, benteng-benteng pertahanan, dan kekayaan (ayat 3). Namun, langkah pertamanya saat berkuasa adalah pembantaian saudara-saudaranya. raja Yoram berpikir bahwa dengan membunuh saudaranya, takhtanya akan aman. Padahal, keamanan sejati tidak pernah dibangun di atas darah dan ketidakadilan. Dibagian pertama ini kita mendapatkan sebuah refleksi bagi kehidupan kita karena kita juga memiliki kecenderungan yang sama untuk menyingkirkan orang lain demi jabatan, pekerjaan, kesuksesan dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian maka kita perlu melihat dengan penuh kesadaran bahwa apa yang dilakukan oleh raja Yoram merupakan tindakan salah yang tidak boleh kita tiru dalam kehidupan. Bagian pertama ini merupakan salah satu penyebab nama raja Yoram tidak harum bagi rakyatnya.
Bahkan jika kita melihat dengan teliti, maka kita akan melihat dengan jelas penyebab hati raja Yoram ternodai. Yaitu karena raja Yoram menikahi istri yang salah (2 Tawarikh 21:6). raja Yoram menikahi Atalya yang adalah anak Ahab dan Izebel. raja Yoram tidak hanya menikahi seorang wanita; ia menikahi sebuah ideologi yang memusuhi Allah. Kita mendapatkan sebuah pesan penting bahwa kedekatan kita dengan siapa atau apa (ambisi, hobi, lingkungan) secara perlahan akan membentuk teologi hidup kita. “raja Yoram menjadi “Israel” (murtad) di tengah-tengah “Yehuda” (pusat ibadah).” Oleh sebab itu maka kita perlu memiliki hikmat dalam menentukan sebuah hubungan agar kita tidak jatuh didalam ketidakbenaran.
raja Yoram memerintah selama 8 tahun, namun kehadirannya dianggap sebagai beban, bukan berkat. raja Yoram hadir secara fisik, tapi “kosong” secara makna di hati rakyatnya. Bahkan pemakaman raja Yoram tidak ditandai dengan api yang menyala karena rakyat tidak menyalakan api baginya (ayat 19). Padahal dalam budaya Ibrani, api pemakaman adalah simbol penghormatan dan keberlanjutan pengaruh. Padamnya api ini menandakan bahwa pengaruh raja Yoram “dingin” dan tidak layak diingat. raja Yoram memang dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja; ini adalah bentuk pengucilan abadi. raja Yoram memiliki gelar raja, tetapi kehilangan martabat seorang raja.
Kita mendapatkan sebuah makna yang begitu dalam dari kisah tragis raja Yoram; yaitu diakhir kehidupan kita yang dihitung bukan berapa lama kita “berkuasa” di kantor, keluarga, atau komunitas, melainkan apakah kepergian kita meninggalkan kekosongan yang dirindukan atau justru kelegaan bagi orang lain.
“Meninggalkan nama baik adalah pilihan yang dihidupi sepanjang umur kehidupan dalam usaha yang panjang dan melelahkan bahkan penuh dengan perjuangan. Maukah kita berjuang untuk mewujudkannya? Atau malah memilih hidup sesuai dengan ego kita tanpa peduli apa kata dunia?“
Tuhan Yesus memberkati
YG270426
Pokok doa SRHI GBIK
Senin, 27 April 2026
1. Berdoa agar setiap jemaat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dalam setiap ibadah maupun persekutuan di GBIK.
2. Mengucap syukur atas pelayanan WBI di Ibadah Pagi 1, Pagi 2 dan Ibadah Sore. Tuhan memberkati WBI GBIK menjadi saluran berkat bagi Jemaat untuk kemuliaan nama Tuhan.
3. Berdoa untuk persatuan bangsa Indonesia agar tetap terjaga di tengah berbagai perbedaan.
Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur
1. Berdoa untuk jemaat yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan kesehatan agar Tuhan jamah sehingga dapat sembuh dan kembali beraktivitas dengan baik dan penuh sukacita.
2. Doakan kegiatan Gereja, baik Ibadah, Sekolah Minggu, Ibadah Doa, KPW dan Pelatihan Musik agar dapat berjalan dengan baik dan Jemaat diberkati.
3. Doakan Sdr. Yosua Gura supaya Tuhan memberikan kesehatan dan hikmat dalam melayani Jemaat Cabang Sribhawono Lampung, serta memiliki semangat dan kuasa Roh Kudus untuk melakukan penginjilan.
