Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu 25 April 2026 :
2 Tawarikh 17 – 20
MENGANDALKAN TUHAN MENGHADAPI MASALAH APAPUN
“Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Sebab kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini… kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” (2 Tawarikh 20:12)
Dalam kehidupan di dunia sering kali tidak berjalan seperti yang kita rencanakan. Ada masa yang membahagiakan dan masa kesulitan yang penuh dinamika dan ketidakpastian. Bahkan kadang kita takut menghadapinya. Sebagai orang percaya kita dihadapkan kepada situasi demikian, untuk tetap hidup yang berkenan kepada Allah dalam situasi apapun.
Dalam pembacaan alkitab hari ini dari kitab 2 Tawarikh 17–20, kita belajar dari kehidupan Raja Yosafat yang menjadi raja, tentang bagaimana menjalani pemerintahan yang berkenan kepada Tuhan di tengah berbagai situasi pada jaman-nya.
Pada awal pemerintahannya, Yosafat menunjukkan hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan. Ia tidak hanya hidup benar secara pribadi, tetapi juga rindu agar seluruh bangsa mengenal firman Tuhan. Ia mengutus orang-orang untuk mengajar hukum Tuhan ke seluruh Yehuda. Hasilnya, bangsa itu mengalami damai dan kekuatan. Ini mengajarkan bahwa ketika kita menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup, ada kestabilan yang Tuhan berikan, bukan karena keadaan selalu mudah, tetapi karena Tuhan menyertai. Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada dibawah kekuasaan Yosafat.
Namun, perjalanan iman tidak selalu konsisten. Dalam pasal 18–19, Yosafat melakukan kesalahan, dengan bersekutu dengan Ahab, raja yang tidak takut Tuhan. Keputusan ini hampir merenggut nyawanya. Dari sini kita belajar bahwa satu kompromi bisa membawa dampak besar. Iman yang baik bisa terganggu ketika kita mulai “berjalan bersama” dengan hal-hal yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Tetapi kabar baiknya, ketika Yosafat ditegur, ia tidak mengeraskan hati. Ia bertobat dan kembali memimpin dengan takut akan Tuhan. Tuhan memberi kesempatan untuk memperbaiki langkah.
Pada pasal 20 yang kita baca adalah kisah puncak puncak Yosafat ketika menghadapi ancaman besar dari musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak. Secara manusia, situasinya tidak mungkin dimenangkan. Namun respons Yosafat sangat berbeda: ia tidak panik, melainkan mencari Tuhan. Ia berdoa, berpuasa, dan mengajak seluruh bangsa berseru kepada Tuhan. Ia mengakui keterbatasannya: “kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” ( 2 Tawarikh 20:12)
Inilah inti iman yang sejati—bukan merasa kuat, tetapi tahu kepada siapa kita harus berharap. Tuhan kemudian bekerja dengan cara yang tidak terduga: bangsa itu tidak perlu berperang, karena Tuhan sendiri yang bertindak mengalahkan musuh mereka.
Renungan ini mengingatkan kita pada beberapa hal penting yang dilakukan dalam kehidupan. Dimulai dengan hidup yang benar di hadapan Tuhan, karena fondasi yang kuat akan menolong kita menghadapi masa sulit. Kemudian jauhkan dari kompromi, sekecil apa pun, karena itu bisa menjauhkan kita dari perlindungan Tuhan. Terakhir dalam menghadapi masalah yang besar, jangan hanya fokus pada besarnya persoalan, tetapi arahkan mata kepada Tuhan yang jauh lebih besar.
Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan yang terasa berat—keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau masa depan. Firman Tuhan mengajak kita untuk jujur seperti Yosafat: mengakui bahwa kita tidak sanggup, tetapi memilih tetap percaya. Saat kita mengarahkan mata kepada Tuhan, kita memberi ruang bagi-Nya untuk bekerja dengan cara-Nya yang ajaib.
Tuhan Yesus memberkati Amin
(msn25042026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 25 April 2026
- Berdoa untuk seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan hari Minggu besok agar jemaat dapat mengalami dan menikmati hadirat Tuhan.
- Berdoa untuk tim musik, multimedia, dan seluruh petugas ibadah agar diperlengkapi dengan kemampuan dan hati yang melayani.
- Berdoa untuk para pemimpin daerah di Indonesia agar dapat bekerja dengan bijaksana dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Pokok Doa untuk Cabang Way Jepara, Lampung Timur
- Bersyukur untuk kesetiaan jemaat dan simpatisan, doakan kiranya selalu diberikan kerinduan untuk selalu beribadah dan mengikuti kegiatan gereja.
- Bersyukur untuk berbagai Fasilitas / Sarana Ibadah yang semakin baik, kiranya dapat menambah semangat Jemaat untuk semakin giat bersekutu di Gereja dan mengajak saudara / teman untuk datang beribadah.
- Doakan Pdt. Yulius Eko Imanuel dan Keluarga supaya Tuhan menganugerahkan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat di Cabang Way Jepara.
